Hati ingin mengatakan isi kegelisah lewat jemari, melalui akun ini yang jarang sekali disinggahi. Kegelisahan tentang perubahan yang sedang dilakukan. Semenjak ujian yang didapat, rasa-rasa tidak ada pemacu untuk perubahan yang dilakukan. Biasa di akhir malam ada yang singgah mengetuk untuk bangun tetapi saat ujian itu datang, tak ada yang mengetuk untuk singgah dan sapa membangunkan di akhir menjelang pagi, ibadah yang biasa dilakukan lewat dalam satu minggu membuat perubahan ku semakin kacau jiwa lebih banyak terguncang. Bisik setan pun tak hentinya hati mengikuti, walau niat yang terucap dan dering smartphone telah dinyalakan tapi telinga seperti tidak merespon bagai disumbat. Hati meringis di minggu ini perubahan seperti terhambat hati mudah tergoncang membuat si iblis dan syaiton merajai tapi buka kalimat Allah yang diucap tapi malah mengikuti bisik peri dari si api itu. Ter-iris diakhir minggu dimalam ini. Rasa sedih mengikuti cuman tetes air mata yang terbendung ingin keluar. Rasa malu yang selalu terucap disetiap do'a kepada sang pencipta. Tapi malu ini luar biasa. Meminta maaf pada yang khalik, tetapi dosa yang aku buat begitu banyak. Tapi apabila engkau kabul permudahkan perubahan ku swmogabhambatan jatuh dan tak mengacap hidup rapu yang baru berubah.
Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku
Sunday, August 21, 2016
Friday, August 12, 2016
Tak Terduga
Singgah kembali, sangat terlihat usang akun blog ini 😄. Saat ini dibulan ini sangat menguras hati cukup berat. Kejadian yang sangat pilu, tapi tak mungkin aku umbar semua disini. Cuman ingin melanpiaskan kelu kesah yg dirasakan saat ini. Dibulan ini pula, terlepas dari keperihan hati, saya mencoba untuk merubah diri sedikit demi sedikit. Walau tertati tapi tak apa mengubah diri menjadi yang religius. Mungkin disengaja atau tidak, ada dukungan dari keluarga secara tidak langsung. Setidaknya belajar sedikit demi sedikit. Perlahan tapi pasti tapi inshaa'allah istiqomah. Entah ini kebetulan atau tidak, perubahan ini terjadinya bukan semata-mata karna kejadian yang di rasa sekarang. Tetapi mungkin hidaya yang datang semoga berkah untuk berubah. Bismillah. Dan satu lagi kabar yang sangat membuat tertawa geli dengan nikah muda. Mungkin hampir 2 minggu yang lalu paman yang menluconi saya untuk nikah mudah dan seketika dari kejadian itu kabar nikah mudah pun menjadi berita no 1 di minggu ini. Apakah ini kebetulan atau bagaimana? ini membuat saya tertawa. Atau ini isarat yang Allah berikan buat saya untuk menjauhi zina. Tapi tak dipungkiri nikah mudah juga salah satu keinginan kecil saya. Apabila Allah mengizinkan semoga say melakukan hal tersebut 😄. Setidaknya walaupun Allah memberi cobaan itu, tetapi Allah sekaligus memberi peringatan dan nasihat secara tidak terduga, dan mencoba menghibur secara tidak langsung semoga keberkahan meliputi setiap langkah hambah untuk kejalan yang benar, amin. Dan jangan lepaskan saya dari rasa syukurku kepadamu atas semua ujian, cobaan dan nikmat yang engkau berikan ya Rabb, dan ikhlas menjalaninya. Amin.
Ini bulan tak terduga yg dialami semoga berkah selalu mengikuti semua orang-orang yang bersyukur amin.
Wednesday, July 6, 2016
Singgah
Kembali singgah ditempat kumpulan jemari dari pikiran yang tak tampak gemilang. Ya kembali singgah dengan blog yang berdebu ini, lama ditinggal oleh kegiatan dan tugas-tugas kampus yang cukup menyenangkan dan terlalu menantang. Cukup bahagia dan steres dengan kehidupan kampus. Karena semester tinggi yang saya lakukan sekarang cukup menantang menguras emotion. Tetapi keberhasilan yang didapat, itu menyenangkan. Dan semester selanjutnya akan jadi penentu apakah itu akhir atau kembali lanjut. Tapi yang saya inginkan adalah akhir. semoga, karna saya sudah cukup lelah tapi mungkin bakal menjadi kenangan dan rindu dengan kampus dan segala isi, tempat, teman dan sahabat, para dosen, serta kenangan yang lainnya. Kalau emang nanti semester depan terakhir itu alhamdulillah sekali buat saya. Tapi amunisi buat semester depan belum tersiap kan semoga cepat dapat imajinasi dan inspirasi secepatnya. Dan mungkin kalau Allah meridhoi semester depan itu akhir dan semoga secepatnya mendapatkan kerja secepatnya, karena tidak perlu lama-lama menyusahkan kedua malaikat surgaku. Semoga Ya Rabb, apabila engkau mengijinkan Amin.
Saturday, March 26, 2016
?
entah kenapa jemari mulai mengikuti arah keyboard laptop dan menulis kepiluan di akun ini. Atau mungkin mulai pilu dengan semuanya, atau mungkin kebahagian yang tak terlihat dihidup ini. Hampir 6 bulan tiada kabar diakun ini. mungkin mau mulai aktif mengisi kembali tetang hal yang perlu disebarkan dan bisa jadi menghilang lagi tanpa bekas. Kutipan cerita atas kebahagia'an di balik fake smile saya atau kepedihan sahaja yang saya bagikan percuma dan kalian hanya membaca kepiluan tersebut. Entah kadang tak bisa ditebak atas naskah-naskah yang dibuat oleh sang pencipta buat saya. terkadang kebahagian yang begitu hebat dalam beberapa hari dan terkadang perih yang menyakitkan dalam satu hari tetapi terngiang untuk selamanya. merasa bosan atas hidup yang diberikan. mencoba mensyukuri tetapi entah kenapa itu sulit. dan begitu seterusnya meratapi hidup yang tak henti-hentinya. banyak bila jangan terlalu dipikirkan entah kenapa banyak orang mudah berbicara seperti itu, mungkin hidupnya sangat mudah dan tanpa masalah. Iya ini hidup saya dengan kepiluan dan kebahagian yang perlu ditumpah kan dalam ketik jemari disebuah akun ini.
Lara Yang Terluka
pikiran kacau ditelan ketidak nyamanan
hati merana atas kepiluan yang dipendam
hidup yang dijalan penuh dengan ketidak singkronan
bagai terjebak didalam labirin api berkobaran
apa mungkin kesalahan yang terhempas
atau mungkin ini hukaman bagi mulut tak bertulang
atau mungkin perilaku peri pengluka jiwa tak berdosa
apa salah melanpiaskan atas mereka penyakit jiwa
apa salah melakukan hal yang sama
tetapi kenapa jiwa tanpa tentram itu mala berbalik kepada tubuh tak berdaya
pikiran ini berkata ini tidak adil
atau malah sebaliknya sang pencipta berkata itu sangat adil.
hati merana atas kepiluan yang dipendam
hidup yang dijalan penuh dengan ketidak singkronan
bagai terjebak didalam labirin api berkobaran
apa mungkin kesalahan yang terhempas
atau mungkin ini hukaman bagi mulut tak bertulang
atau mungkin perilaku peri pengluka jiwa tak berdosa
apa salah melanpiaskan atas mereka penyakit jiwa
apa salah melakukan hal yang sama
tetapi kenapa jiwa tanpa tentram itu mala berbalik kepada tubuh tak berdaya
pikiran ini berkata ini tidak adil
atau malah sebaliknya sang pencipta berkata itu sangat adil.
Saturday, October 24, 2015
Beban semakin berat
sedikit bertambah setiap saat
rasa putus asa merajai
seketika hati ini runtu ingin lepas
tapi apa harus melepas seketika semua didepan mata
saat semua tertujuh padamu dengan waktu terbatas
dengan limpahan semuanya
dengan hamparan kata menyeramkan
pebuatan serentak menghantui
dengan lembaran yang berserakan harus teringat dikepala
ini beban yang terlalu amat menyedikan
itu sangat membuat gerah
bisa aku lepas semuanya
dan jatuh seketika dari ketinggian yang telah ditempuh
mungkin tidak dan mengikuti alur.
Monday, August 24, 2015
Emosional menguasai diri tanpa henti
tanpa henti pula jiwa terus membara
bagai gunung api yang mengeluarka lava
terik panas matahari di padang pasir
atau bara api yang menyalah dari sebagian bara dari neraka
jiwa tak bisa terkendali
lahar jiwaku membakar semua orang disekitar
yang mengusik atau tidak
seketika hangus atas perbuatan dan perkataan menyakiti jiwa
kau dan kau pasti bertanya apa yang terjadi?
mulut pun bergerak dan berkata penat.
penat sampai kapan penat ku akan sirna
sampai kapan dunia ini meraungkan kehidupan pedih
dari diriku sirapu ini
jiwa ini sudah pedih menahan sesak dari serpihan kemunafikan
dengan kebohongan tiada tara
bersembunyi disela-sela dedaun kering hati tak bersalah
dengan tajamnya mata pisau yang tidak membunuh
tapi menerkah hati dan menyobeknya
kepanikan luar biasa
tetes air menenggelamkan semua didalam ketepurukan
serta hal-hal buruk tersembunyi dan terbuka seli berganti
kapan itu berhenti?
kapan semua senyap?
kapan itu terlihat indah bagai bungan tulip putih menentram jiwa
aku hanya diam didalam jiwa
mencoba merendah tapi tak bisa
mencoba pelan bersyukur tapi terhalang
mencoba menenangkan serta sabar tapi itu tak sekuat dulu
diriku terdiam dan mengahalikan diri
dan seraya berkata inikah hidupku
dan berucap kapan penat itu akan berakhir.
tanpa henti pula jiwa terus membara
bagai gunung api yang mengeluarka lava
terik panas matahari di padang pasir
atau bara api yang menyalah dari sebagian bara dari neraka
jiwa tak bisa terkendali
lahar jiwaku membakar semua orang disekitar
yang mengusik atau tidak
seketika hangus atas perbuatan dan perkataan menyakiti jiwa
kau dan kau pasti bertanya apa yang terjadi?
mulut pun bergerak dan berkata penat.
penat sampai kapan penat ku akan sirna
sampai kapan dunia ini meraungkan kehidupan pedih
dari diriku sirapu ini
jiwa ini sudah pedih menahan sesak dari serpihan kemunafikan
dengan kebohongan tiada tara
bersembunyi disela-sela dedaun kering hati tak bersalah
dengan tajamnya mata pisau yang tidak membunuh
tapi menerkah hati dan menyobeknya
kepanikan luar biasa
tetes air menenggelamkan semua didalam ketepurukan
serta hal-hal buruk tersembunyi dan terbuka seli berganti
kapan itu berhenti?
kapan semua senyap?
kapan itu terlihat indah bagai bungan tulip putih menentram jiwa
aku hanya diam didalam jiwa
mencoba merendah tapi tak bisa
mencoba pelan bersyukur tapi terhalang
mencoba menenangkan serta sabar tapi itu tak sekuat dulu
diriku terdiam dan mengahalikan diri
dan seraya berkata inikah hidupku
dan berucap kapan penat itu akan berakhir.
Subscribe to:
Posts (Atom)