Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku

Tuesday, January 13, 2015

Pedihnya mendalam
tertusuk oleh kata-kata peri yang terlotar
tak bisa tertahan dengan semua kata
menyakitkan dan terluka
rasa yang sangat peri
yang sulit terobati dan sembuh
yang salalu terngiang dipikiran
yang selalu dendam yang mendalam
dan menjadi satu
kedalam wada keterpurukan
Mengapa semua orang tak ada yang mengerti dengan semua yang aku pikirkan. Semua orang hanya memikirkan egonya dan tak perna memikirkan apa yang terucap dari sebilah tajam lidahnya. Apakah tak perna terpikir kata yang terlotar pedih, membakar, menusuk mati orang yang terkena? Apakah tak perna terpikir bersalah? Semua bertanya kenapa kau berubah tak seperti dulu.

Wednesday, December 17, 2014

"Aku terjerumus didalam dua pilihan yaitu menuai sesuatu yang bermakna
atau jatuh dari lantai tak berdasar"
Rasa peri pun tertuai merintih
dalam kubangan penderitaan yang menjerumus
menyakitkan tertusuk pas kena lubuk
serasa terperangkap didalam sebuah kubangan kesensaraan
dari butir-butir penyakit dunia dan si tak berlidah manusia

Wednesday, November 5, 2014

Serasa etitut pun diabaikan
serasa semuanya baik-baik saja
apakah kau masih berperasa
atau orang yang tidak mempunyai perasa
apakah kau betanya atau pikir bersalah
atau kau mengabaikan dan tak ingin mengetahui
ya mungkin itu sudah sifat hal layakmu
kau seolah bermain mimik muka
merasa semua baik-baik saja
seraya tak terjadi apa-apa tanpa hal penjelas
tanpa memikirkan perasa yang rapuh yang terhempit
kau pembual yang menyebalkan
dan kau adalah si tak beretitut tak perasa

Tak bertulangmu buruk terdengar dan menyakitkan
serta etika menghacurkan hal-hal yang mudah rapu
kau sedikit bertingka tapi menjerumus
kau bermain mimik muka tapi tak pantas dilihat
kau seraya tak tau yang terjadi tapi tau
kau seraya tak sadar tapi kau yang berperan
ya itulah kau bagai orang yang tak perasa dan tak beretitut

Thursday, October 2, 2014

Terkadang apa yang kita pikiran tak sejalan dengan apa yang kita ucapkan. Apa yang telah dibenak pun tak sejalan dengan apa yang terjadi. Dan apa yang ada dihati dan yang terucap pun tak singkron dan tak sama dengan hal sebenarnya.