Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku

Monday, November 18, 2019

Naskah Drama Kisah Nabi Yusuf Alahissalam dan Saudaranya

Kisah Nabi Yusuf Alahissalam

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

Kelompok .....
1.    ...............................
2.    ...............................
3.    ...............................
4.    ...............................
5.    ...............................
6.    ...............................
7.    ...............................

Kelas : ..................

Guru Pembimbing : .............................

SMA/SMK ..................................

Tahun Ajaran 20..../20....




Naskah Drama Kisah Nabi Yusuf alahissalam

Belajar tentang cinta dan memaafkan dari kisah Nabi Yusuf alahissalam


PROLOG : Sebuah kisah yang diambil dari Al-Quranul karim....kisah seorang nabi Allah yang tampan dan bijaksana, Tiada marah, tiada dendam. Dialah Yusuf as.

In stage (seorang ayah sedang tertidur)
Dikisahkan disebuah negeri,  hiduplah seorang ayah yang bernama Ya’kub AS. Malam itu, dalam lelahnya Ya’kub AS tertidur. Dalam tidurnya Ya’kub bermimpi ada segebolan matahari,bulan dan  bintang mendatangi Yusuf putra kesayangannya.
Ia terhenyak, terbangun dari tidurnya. Ia seakan tak percaya apa yang dilihat dalam mimpinya. Ia bertanya pada jibril, apa gerangan arti dari mimpinya. Jibril menjawab, bahwa putra akan menjadi seorang Nabi yang diberkahi, menjadi anak yang istimewa mulia disisi Allah SWT. Ya’kub begitu gembira  mendengar kabar tersebut. Ya’kub semakin menyayangi Yusuf. Yusuf senantiasa dilindungi dan dijaga. Hal ini yang membuat iri ke-7 saudaranya yang lain kecuali bunyamin adiknya. Dan inilah awal malapetaka......

Semua saudara Yusuf berkumpul
Saudara 1        : ini tidak bisa dibiarkan! Ayah terlalu menyayangi dan  memanjakan Yusuf
Saudara 2        : iya, ayah tidak adil.....apa-apa Yusuf. Kita kan juga anaknya
Saudara 3        : Pokoknya kita harus bertindak.
Saudara 4        : trus kita bagaimana?
  (Semua berfikir, tapi tiba-tiba...)
Saudara 5        : Sini-sini aku bisiki.....(semua merapat)
Semuanya       : ya.....setuju-setuju
Saudara 6        : Eh, tapi jangan ajak bunyamin, bisa bahaya!
Semuanya       : iya....iya...sip...sip.(mangut-mangut)

Rupa-rupanya mereka merencanakan hal jahat pada Yusuf. Mereka ingin mencelakai dan menyinkirkan Yusuf. Mereka pun mengatur strategi.

Saudara 1     : Yusuf besok kita mau berburu ke hutan, kamu ikut ya....masak di rumah terus sama ayah!
Yusuf            : Iya kak tapi aku harus ijin ayah dulu...
Saudara 2     : Iya, kami akan bantu mengijinkan
Bunyamin    : Bolehkah aku ikut?
Saudara 3     : Jangan, kamu masih kecil, belum cukup umur untuk pergi kehutan. kamu dirumah saja sama ayah. (bunyamin cemberut)
Yusuf           : Sudahlah adikku nanti kalau kamu sudah besar kamu pasti kami ajak.

Yusuf pun meminta ijin kepada Ya’kub ayahnya. Dengan berat hati Ya’kub pun mengijinkan dan memberi pesan pada saudara-saudaranya.

Ya’kub        : Hati-hati ya anak-anakku, di hutan banyak binatang buas. Ayah titip Yusuf, jaga di baik-baik
Semuanya   : Baik ayah!kami akan menjaga Yusuf dan membawanya selamat sampai dirumah

Pagi itu mereka pun berangkat berburu, mereka sudah merencanakan semuanya. Dimintanya Yusuf berjalan paling depan.
Saudara 1  : Biar kamu aman Yusuf, kamu berjalan di depan ya....kami saudara-saudaramu dibelakang akan melindungimu. ya....kami saudara-saudaramu dibelakang akan melindungimu.

Yusuf menurut apa yang dikatakan saudaranya. Tanpa curiga sedikitpun, kalau diam-diam saudaranya menyimpan niat buruk kepadanya. Dan saat Yusuf lengah ke 7 saudaranya meringkus Yusuf dengan sangat mudah. Pukulan kecil dikepalanya, membuat Yusuf jatuh pingsan. Saudaranya melucuti pakaian Yusuf dan membuang Yusuf kedalam sebuah sumur ditengah hutan. Sebelum pulang tak lupa mereka melumuri pakaian Yusuf dengan darah kelinci. Mereka tersenyum penuh kemenangan.

Dirumah bunyamin dan Ya’kub sang ayah menunggu dengan cemas. Ya’kub merasa ada sesuatu yang terjadi pada anaknya. Hingga sore tiba..........
ke 7 saudara Yusuf pun datang dengan tergopoh-gopoh.

Saudara 7    : Ayah....ayah....Huhu........ayah maafkan kami. Kami tidak bisa menjaga adik Yusuf  (pura-pura menangis )
Ayah           : Ada apa dengan Yusuf?? Ya’kub pun panic
Saudara 6    : Lihat ayah (memperlihatkan baju yang berlumuran darah ), Yusuf telah dimakan binatang buas tanpa kami bisa menolongnya. Maafkan kami ayah!
(semua memeluk ya’kub dan pura-pura menangis): Huhu....maafkan kami ayah

Ya’kub pun tergugu tanpa kata, ia hanya bisa menangis menyesal telah mengijinkan Yusuf ikut berburu. Karena saking seringnya menangis dan kesedihan yang sangat dalam  membuat Ya’kub buta. Sementara itu sebuah kafilah dari kerajaan sedang melintasi hutan.

Raja            : Hai pengawal....perbekalan minum kita sudah habis....itu ada sumur, ayo ambil air!
Pengwal 1  : Baik paduka!

2 orang pengawal pun mendekati sumur untuk menimba, tapi betapa terkejutnya, saat timba mereka tersangkut sesosok manusia.

Pengawal    : Huaaa......paduka-paduka....ada mayat didalam sumur paduka....
Raja            : Dimana ?ayo angkat...
Pengawal    : Di sumur itu paduka....
Raja            : Hai pengawal...coba periksa
Pengawal 3 dan 4 : Masih senyut-senyut paduka, kelihatannya dia hanya pingsan.
Raja            : Ayo kasih ramuan biar dia siauman
Pengawal    : Baik paduka (diaduk-aduk jamunya diaduk2....biar jamunya  tambah merasuk... digoyang-goyang jamunya digoyang.....ada jahe, kencur dan lempuyang......ayo-minum2 biar tambah seger....
Raja            : Hei kok malah nyanyi......
Pengawal    : Hee...hee ya maap paduka! (nyengir). Mereka meminumkan ramuan itu pada Yusuf.

Mereka meminumkan ramuan itu pada Yusuf. Yusuf pun tersadar dari pingsannya. Rupa-rupanya Allah masih menyelamatkan Yusuf. Raja pun memutuskan membawa Yusuf ke kerajaan untuk dijadikan pembantu kerajaan. Dikerajaan mereka disambut oleh penari-penari istana( TARIAN ISTANA) Semua terpana melihat yusuf. Yusuf yang tampan telah merebut hati para kaum wanita yang ada di kerajaan itu tak terkecuali Siti Zulaikah sang ratu.(melongo) Ini membuat raja murka dan menghukum Yusuf. Yusuf pu dipenjarakan

Singkat cerita....
Di dalam penjara Yusuf sangat terkenal pandai dan baik hati. Tak hanya itu Yusuf terkenal pintar menafsirkan mimpi. Yusuf dianugrahi Allah mukzizat  dapat menafsirkan mimpi. Banyak orang bertanya tafsir mimpi padanya. Dan tafsir itu selalu tepat dengan apa yang terjadi dengan mereka. Hingga kabar itu tersiar keantero istana.
Dan pada suatu malam sang raja bermimpi ada 7 ekor domba kurus memakan 7 ekor domba yang gemuk. Raja sangat penasaran dengan mimpinya.  Ia ingat bahwa Yusuf bisa menafsirkan mimpi semua orang. Maka Ia pun memerintahkan pengawal untuk membawa Yusuf ke hadapannya.

Raja            : Hai Yusuf aku bermipi   ada 7 ekor domba kurus memakan 7 ekor domba yang gemuk. Apa arti dari mimpiku? Kala kau bisa menafsirkan mimpiku akan ku anagkat kau jadi perdana mentriku.
Yusuf           : Baiklah paduka..... mimpi paduka artinya bahwa akan ada 7 masa subur yang akan terjadi dan ada 7masa kekeringan yang akan melanda  di negeri ini.
Raja             : Apa nasehatmu untuk hal ini?
Yusuf          : Saat 7 masa subur itu perintahkan pada semua rakyat untuk menyimpan hasil panennya untuk persiapan menghadapi 7 masa kekeringan. Sehingga saat paceklik datang, mereka tak lagi kelaparan.
Raja           :  Baiklah Yusuf kau sungguh bijaksana. Sesuai janjiku kau akan ku angkat jadi perdana mentri kerajaanku.

Mulai saat itu, Yusuf pun menjadi pejabat kerajaan. Dan apa yang diprediksi yusuf benar-benar terjadi. Yusuf mengerahkan rakyat untuk berhemat dan menyimpan hasil makanan dengan baik. Membuatkan lumbung makanan sebagai persediaan saat masa paceklik melanda.
Dan masa paceklik pun tiba.....Negeri tempat  Ya’kub dan saudara-saudara Yusuf tinggal juga mengalami kekeringan. Namun sayang raja tempat mereka tinggal tak memiliki persiapan. Ya’kub dan anak-anaknya mengalami kelaparan. Hingga mereka mendengar bahwa di negeri seberang berlimpah makanan karena dipimpin oleh seorang perdana mentri yang bijaksana .

Saudara 1     : Ayah kelihatannya kita harus pindah ke negeri seberang ! disana katanya ada perdana
        mentri yang bijaksana sedang membagi-bagikan makanan.
Saudara 2   : Tapi ayah buta, bagaimana kita mengajaknya.Pasti akan sulit sekali mengajak orang buta.
Saudara 3     : Baiklah kita tidak usah mengajak ayah, biar bunyamin saja yang menjagnaya dirumah.

Ke-7 saudara Yusuf pun berangkat. mereka ikut antri menerima bahan makanan dari sang perdana mentri.Yusuf sudah mengetahui bahwa yang ikut antri adalah saudara-saudaranya yang dulu membuangnya.namun Yusuf heran mengapa Ayah dan adiknya bunyamin tak ikut serta. Yusuf hanya memendam dalam hati. Dan  saat giliran mereka.

Yusuf           : Ada berapa anggota keluarga?
Saudara 4    : 7 orang paduka (sambil berlutut memohon)
Yusuf       : Benarkah? Tidakkah kalian dirumah meninggakan anggota keluarga yang lain? kalau kalian bohong kami tak segan-segan menghukum kalian dengan hukuman yang berat.
Saudara 5    : Iiii.....iya paduka maafkan kami. Ada 9 orang paduka. Kami meninggalkan ayah dan adik kami dirumah! (takut-takut)
Yusuf         : Iya...baiklah. saya akan memberi kalian bahan makanan tapi dengan syarat bawa ayah dan adik kalian kesini
Saudara semua : Baiklah...baiklah paduka!(mereka bergegas menyingkir)

Ia tahu saudara-saudaranya telah menyakitinya. Tapi tak sedikitpun dendam ada pada dirinya. Ia hanya ingin  tahu keadaan ayahnya yang sekarang.Yusuf sudah sangat-sangat rindu dengan ayah dan adiknya.
Di rumah Ya’kub

Saudara 1   : Ayah kami belum bisa membawa pulang makanan. Karena perdana menteri itu meminta kami membawa turut serta ayah dan bunyamin.
Ayah           : Siapa perdana mentri itu....?
Saudara 7   : Tidak tahu ayah, sekarang mari kita kesana. Sebelum kita semua mati kelaparan.

Hingga hari itu tiba.....

Pengawal    : Silahkan bapak-bapak menempati ruang khusus tamu kerajaan. Perdana mentri yang mulia meminta kami melayani kalian dengan baik.
Saudara yusuf terheran-heran karena mereka di jamu sedemikian istimewa. Dipersilahkan masuk istana yang indah, dijamu dengan makanan yang lezat lagi mewah. Mereka bertanya-tanya siapakah gerangan perdana mentri yang baik itu.

Yusuf         : Ayah masih ingatkah ayah dengan ku?
Ayah          : Yusufkah kau itu ?(sambil meraba-raba )

Dan Yusuf pun memeluk ayah dan bunyamin dengan erat. Tangis pun pecah. Ke-7 saudara Yusuf hanya saling pandang mereka tidak menyangka bahwa perdana mentri yang kemarin mereka temui adalah Yusuf saudara mereka, yang dulu pernah mereka buang. Mereka pun merasa malu dan menyesal. Mereka pun bertekuk lutut dihadap yusuf

Semua saudara    : Maafkan kami yusuf.....kami telah menyelakaimu, kamu boleh menghukum kami sekarang...
Yusuf                 : Tidak kakak-kakaku Allah mengajarkan kita untuk tidak saling mendendam. Aku sudah memaafkan kalian.

-Selesai-

No comments:

Post a Comment