Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku

Thursday, April 23, 2020

Makalah Sejarah Indonesia Tentang "Kerajaan Mataram Kuno"

MAKALAH
Sejarah Indonesia
Kerajaan Mataram Kuno

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

KELOMPOK ....
1.       ..........................................
2.       ..........................................
3.       ..........................................
4.       ..........................................
5.       ..........................................
6.       ..........................................
7.   ..........................................


SMA/SMK ............................................
TAHUN AJARAN 20....-20....


KATA PENGANTAR

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Dengan menyebut nama Allah Subhana Wa Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Sejarah Indonesia ini dengan sebuah pembahasan tentang “Kerajaan Mataram Kuno”.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Serta ucapan terima kasih kepada guru pembimbing pelajaran Sejarah Indonesia Yang terhormat Ibu/Bapak ....................................., dimana atas bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta referensi pembelajaran maupun inspirasi terhadap pembaca.

Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Palembang,                    2020



Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kerajaan  mataram kuno adalah kerajaan Hindu yang banyak meninggalkan sejarah melalui prasasti yang ditemukan. Sejak abad 10 kerajaan mataram kuno di Jawa Timur di mulai dari pemerintah Mpu Sindok yang kemudian di gantikan oleh Sri Lokapala. Selanjutnya adalah Makuthawangsa Wardhana, terakhir adalah Dharmawangsa Teguh sebagai penutup Kerajaan Mataram Kuno atau medang.
Secara umum Kerajaan Mataram Kuno pernah di pimpin oleh 3 Dinasti yang pernah berkuasa pada waktu itu, yaitu Wangsa Senjaya, Wangsa Sailendra, dan Wangsa Isyana. Warga Isyana merupakan dinasti yang berkuasa di kerajaan Mataram Kuno setelah berpindah dari jawa Tengah ke Jawa Timur.
Pendiri dari dinasti Isyana adalah Mpu Sindok, baru membangun kerajaanya di Tamwiang tahun 929. Kerajaan yang didirikan Mpu Sindok merupakan lanjutan dari kerajaan Mataram. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isana. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung, kekuasaan Kerjaan Mataram Kuno telah Meluas hingga ke Jawa Timur.

B.       Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.       Bagaimana awal berdirinya Kerajaan Mataram Kuno ?
2.       Dimana letak Kerajaan Mataram Kuno?
3.       Bagaimana sumber sejara dari Kerajaan Mataram Kuno?
4.  Bagaimana Aspek Kehidupan Politik, Kehidupan Sosial Ekonomi, Kehidupan Agam dan Kebudayaan ?
5.       Bagaimana kejayaan dari Kerajaan Mataram Kuno
6.       Apa penyebab Kerajaan Mataram Kuno mengalami kemunduran ?

C.      Tujuan
Dengan tersusunya makalah ini penulis mempunyai tujuan, bagi siapapun pembacanya yaitu antara lain :
1.    Agar mengetahui penjelasan mengenai peristiwa-peristiwa penting mengenai sejarah Kerajaan Mataram Kuno
2.       Agar mengetahui sejarah dan lokasi Kerajaan Mataram Kuno.
3.       Agar mengetahui peristiwa-peristiwa penting di Kerajaan Mataram Kuno.
4.       Agar mengetahui siapa-siapa saja pemimpin Kerajaan Mataram Kuno.
5.       Agar mengetahui kejayaan dan kemunduran dari Kerajaan Mataram Kuno.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno
Pada abad ke-8 di pedalaman Jawa Tengah berdiri Kerajaan Mataram Hindu. Pendirinua adalah Raja Sanjaya. Munculnya Kerajaan Mataram diterangkan dalam Carita Parahyangan. Kisahnya adalah dahulu ada kerajaan di Jawa Barat bernama Galuh. Rajanya bernama Sanna (Sena). Suatu ketika ia diserang oleh saudaranya yang menghendaki takhta. Raja Sanna meninggal dalam peristiwa tersebut, sementara saudara perempuannya, Sannaha, bersama keluarga raja yang lainnya berhasil melarikan diri ke lereng Gunung Merapi.
Anak Sannaha, Sanjaya, di kemudian hari mendirikan Kerajaan Mataram dengan ibu Kota Medang ri Poh Pitu. Tepatnya pada tahun 717 M. Kerajaan Mataram merupakan kerajaan yang bercorak Hindu-Buddah yang diperintah oleh dua dinasti (Wangsa) yang berbeda, yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.

B.    Letak Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan yang berdiri pada tahun 732 Masehi. Kerajaan ini berdiri di desa Canggal (sebelah barat Magelang). Pada saat itu didirikan sebuah Lingga (lambang Siwa) diatas sebuah bukit di daerah Kunjarakunja yang didirikan oleh Raja Sanjaya. Daerah ini letaknya di sebuah Pulau Mulia, Jawadwipa, dimana daerah ini merupakan daerah yang kaya raya akan hasil bumi terutama padi dan emas sehingga di masa selanjutnya kerajaan ini banyak melakukan hubungan dagang dengan daerah-daerah lain.
Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah dengan intinya yang sering disebut Bumi Mataram. Daerah ini dikelilingi oleh pegunungan dan gunung, seperti Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi-Merbabu, Gunung Lawu, dan Pegunungan Sewu. Daerah ini juga dialiri oleh banyak sungai, seperti Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo, dan Sungai Bengawan Solo. Itulah sebabnya daerah ini sangat subur.

C.    Sumber Sejarah
Terdapat dua sumber utama yang menunjukan berdirinya Kerajaan Mataram Kuno, yaitu berbentuk prasasti dan candi-candi yang dapat kita temui sampai sekarang ini. Adapun untuk prasasti, Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan beberapa prasasti diantaranya :
1.     Prasasti Canggal, ditemukan di halaman Candi Guning Wukir di desa Canggal berangka tahun 732 Masehi. Prasasti Canggal menggunakan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta yang isinya menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Syiwa) di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya dan disamping itu juga diceritakan bahwa yang menjadi raja sebelumnya adalah Sanna yang digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha (saudara perempuan Sanna).
2.    Prasasti Kalasan, ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778 M, ditulis dalam huru Pranagari (India Utara) dan bahasa Sansekerta. Isinya menceritakan pendirian bangunan suci untuk Dewi Tara dan biara untuk pendeta oleh Raja Pangkaran atas permintaan keluarga Syaelendra dan Panangkaran juga menghadiahkan desa Kalasan untuk Sanggha (umat Budha)
3.  Prasasti Mantyasih, ditemukan di Mantyasih Kedu, Jawa Tengah, berangka 907 M yang menggunakan bahasa Jawa KUno. Isi dari prasasti tersebut adalah daftar silsilah raja-raja Mataram yang mendahului Rakai Watukurai Dyah Balitung yaitu Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Panunggalan, Rakai Warak, Raikai Garung, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi dan Rakai Watuhumalang.
4.     Prasasti Klurak, ditemukan di desa Prambanan berangka 782 M. ditulis dalam huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta isinya menceritakan permbuatan Arca Manjusri oleh Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadananjaya.
Selain Prasasti, Kerajaan Mataram Kuno juga banyak meninggalkan bangunan candi yang masih ada hingga sekarang. Candi-candi tersebut antara lain, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Sambisari, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Morangan, Candi Ij, Candi Barong, Candi Sowijiwan, Candi Borobudhur.

D.      Keadaan Masyarakat
·           Kehidupan Kebudayaan Hindu-Budha Pada Masa Mataram Kuno
Semangat kebudayaan masyarakat Mataram Kuno sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peninggalan berupa prasasti dan candi. Prasasti peniggalan dari Kerajaan Mataram Kuno, seperti prasasti Canggal (tahun 732 M), prasasti Kelurak (tahun 782 M), dan prasasti Mantyasih (Kedu). Selain itu, juga dibangun candi Hindu, seperti candi Bima, candi Arjuna, candi Nakula, candi Prambanan, candi Sambisari, cadi Ratu Baka, dan candi Sukuh. Selain candi Hindu, dibangun pula candi Buddha, misalnya candi Borobudur, candi Kalasan, candi Sewu, candi Sari, candi Pawon, dan candi Mendut.
·           Kehidupan Ekonomi dan Sosial Pada Masa Kerajaan Mataram Kuno
a.      Kehidupan Sosial
Kerajaan Mataram Kuno meskipun dalam praktik keagamaannya terdiri atas agama Hindu dan agama Buddha, masyarakatnya tetap hidup rukun dan saling bertoleransi. Sikap itu dibuktikan ketika mereka bergotong royong dalam membangun Candi Borobudur. Masyarakat Hindu yang sebenarnya tidak ada kepentingan dalam membangun Candi Borobudur, tetapi karena sikap toleransi dan gotong royong yang telah mendarah daging turut juga dalam pembangunan tersebut.
Keteraturan kehidupan sosial di Kerajaan Mataram Kuno juga dibuktikan adanya kepatuhan hukum pada semua pihak. Peraturan hukum yang dibuat oleh penduduk desa ternyata juga di hormati dan dijalankan oleh para pegawai istana. Semua itu bisa berlangsung karena adanya hubungan erat antara rakyat dan kalangan istana.
b.      Kehidupan Ekonomi
Pusat kerajaan Mataram Kuno terletak di Lembah sungai Progo, meliputi daratan Magelang, Muntilan, Sleman, dan Yogyakarta. Daerah itu amat subur sehingga rakyat menggantungkan kehidupannya pada hasil pertanian. Hal ini mengakibatkan banyak kerajaan-kerajaan serta daerah lain yang saling mengekspor dan mengimpor hasil pertaniannya.Usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan hasil pertanian telah dilakukan sejak masa pemerintahan Rakai Kayuwangi.
Usaha perdagangan juga mulai mendapat perhatian ketika Raja Balitung berkuasa. Raja telah memerintahkan untuk membuat pusat-pusat perdagangan serta penduduk disekitar kanan-kiri aliran Sungai Bengawan Solo diperintahkan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas perdagangan melalui aliran sungai tersebut. Sebagai imbalannya, penduduk desa di kanan-kiri sungai tersebut dibebaskan dari pungutan pajak. Lancarnya pengangkutan perdagangan melalui sungai tersebut dengan sendirinya akan menigkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Mataram Kuno.

E.       Kejayaan Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Balitung (898-910 M). Di masa kekuasaannya, daerah-daerah di sebelah timur Mataram berhasil ditaklukkannya. Oleh karena itu, daerah kekuasaan Mataram semakin luas, yang meliputi Bagelen (Jawa Tengah) sampai Malang (Jawa Timur). Penyebab kejayaan kerajaan Mataram Kuno:
1)       Naik tahtanya Sanjaya yang sangat ahli dalam peperangan
2)    Pembangunan sebuah waduk Hujung Galuh di Waringin Sapta (Waringin Pitu) guna mengatur aliran Sungai Berangas, sehingga banyak kapal dagang dari Benggala, Sri Lanka, Chola, Champa, Burma, dan lain-lain datang ke pelabuhan itu.
3)      Pindahnya kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yang didasari oleh:
a)    Adanya sungai-sungai besar, antara lain Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang sangat memudahkan bagi lalu lintas perdagangan.
b)   Adanya dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan penanaman padi secara besar-besaran.
c)     Lokasi Jawa Timur yang berdekatan dengan jalan perdagangan utama waktu itu, yaitu jalur perdagangan rempah-rempah dari Maluku ke Malaka.

F.       Keruntuhan Mataram Kuno
Kemunduran kerajaan Mataram Kuno disebabkan karena kedudukan ibukota kerajaan yang semakin lama semakin lemah dan tidak menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh:
a.         Tidak memiliki pelabuhan laut sehingga sulit berhubungan dengan dunia luar
b.        Sering dilanda bencana alam oleh letusan Gunung Merapi
c.         Mendapat ancaman serangan dari kerajaan Sriwijaya
Oleh karena itu pada tahun 929 M ibukota Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur (di bagian hilir Sungai Brantas) oleh Empu Sindok. Pemindahan ibukota ke Jawa Timur ini dianggap sebagai cara yang paling baik. Selain Jawa Timur masih wilayah kekuasaan Mataram Kuno, wilayah ini dianggap lebih strategis. Hal ini mengacu pada letak sungai Brantas yang terkenal subur dan mempunyai akses pelayaran sungai menuju Laut Jawa. Kerajaan itu kemudian dikenal dengan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur atau Kerajaan Medang Kawulan.


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan Hindu-Budha yang ada di Jawa Tengah. Kerajaan yang beribu kota di Medang Kamulan ini berdiri pada abad ke-8 M. Kerajaan Mataram Kuno terdapat 3 Wangsa (dinasti) yang pernah berkuasa, yakni Wangsa Sanjaya, Syailendra, dan Isana. Wangsa Sanjaya sendiri pemeluk agama Hindu beraliran Syiwa, Syailendra pengikut Budha, dan Isana wangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sindok. Berdasarkan Prasasti Canggal (732), raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Mataram yakni Raja Sanna yang kemudian digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya tidak lain adalah keponakan Raja Sanna, yakni putra dari Sannaha (saudara perempuan Raja Sanna). Hal ini karena Raja Sanna tidak memiliki keturunan sebagai penggantinya.
Pada masa pemerintahan Sanjaya (717-746 M), Kerajaan Mataram menganut agama Hindu. Raja Sanjaya memimpin sangat bijaksana sehingga rakyatnya hidup makmur, aman, dan tentram. Hal ini sesuai dengan prasasti Canggal yang menyebutkan bahwa tanah Jawa kaya akan emas dan padi. Setelah meninggalnya Sanjaya, Mataram dipimpin oleh Panangkaran atau Syailendra (746-784 M) yang menganut agama Budha beraliran Mahayana. Pada saat itu, agama Hindu dan Budha berkembang bersama di Mataram Kuno. Penganut agama Hindu tinggal di Jawa Tengah bagian utara, sedangkan pengikut agama Budha berada dibagian selatan. Kemudian Syailendra digantikan oleh Rakai Pikatan. Pada tahun 850, Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya menikah dengan Pramodhawardhani dari keluarga Syailendra. Hal ini menyebabkan Wangsa Sanjaya kembali memerintah Mataran Kuno dan berhasil menyingkirkan Wangsa Syailendra. Oleh karena itu, pada masa Rakai Pikatan, Mataram Kuno berhasil disatukan kembali. Wilayah Mataram berkembang mencapai Jawa Tengan dan Jawa Timur.
Setelah Mpu Sindok, Mataram dipegang oleh Dharmawangsa (cicit Mpu Sindok) yang berkuasa pada tahun 990-1016 M. Pada masa ini, Mataram Kuno diserang oleh Sriwijaya atas dasar balas dendam Sriwijaya sejak Mataram dipegang oleh Rakai Pikatan. Akhirnya pada tahun 1016, Dharmawangsa meninggal ditangan Sriwijaya. Berakhirlah Kerajaan Mataram Kuno.

B.       Saran
Sebaiknya kita sebagai warga negara indonesia, selalu senantiasa melestarikan budaya kita sendiri yang suda lama melekat, dan mengikuti kebiasaan bertoleransi terhadap agama lain, agar tercipta kedamain, ketentraman dan kesejahteraan. Negara kita ini kaya akan budaya, maka dari itu kita semua senantiasa ikut mengambil peran dalam menjaga peninggalan-peninggalan sejarah (budaya) kita sendiri, agar tidak di ambil atau di rusak ole negara-negara lain.


DAFTAR PUSTAKA

http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Mataram_Kuno http://haristepanus.wordpress.com/masa-hindu-buddha/kerajaan- mataram-kuno/ http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-mataram- kuno.html http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Archive/Sejarah- Indonesia/Zaman-Pra-Kolonial/Tahun-600-799/Sekitar-Tahun- 732-Kerajaan-Medang-atau-Mataram-Kuno http://kerajaan-singasari.blogspot.com/2013/10/sejarah-berdirinya- kerajaan-mataram.html http://buihkata.blogspot.com/2013/02/sejarah-kerajaan-mataram- kuno.html http://encuss26.blogspot.com/
http://akhmadjohan.blogspot.com/2010/10/dinasti-syailendra-dan-sanjaya.html http://id.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Sanjaya.
https://notemuza.blogspot.com/2020/04/makalah-sejarah-indonesia-tentang.html

No comments:

Post a Comment