Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku

Monday, April 3, 2023

Makalah Ilmu Pengetahuan Alam Tentang “Makanan Alat Yang Mengandung Kimia”

MAKALAH
Ilmu Pengetahuan Alam
“Makanan Alat Yang Mengandung Kimia”

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

KELOMPOK ....
1. .........................................
2. .........................................
3. .........................................
4. .........................................
5. .........................................

SMA/SMK ..........................................................
TAHUN AJARAN 20.... - 20....


KATA PENGANTAR
 
Puji beserta syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Makanan Alat Yang Mengandung Kimia ”.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua penulis, yang telah berjasa besar dan penuh pengorbanan serta selalu berdo’a dalam memenuhi segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sukses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terhadap kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Sebab kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak atau dengan pepatah lain tak ada ranting yang tak akan patah”, oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan dengan adanya karya tulis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
 
Palembang, 29 Maret 2023
Penulis
 
 
 
.....................................


 
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1 : Pendahuluan
1.1       Latar Belakang

1.2       Perumusan Masalah

1.3       Tujuan

1.4       Manfaat

Bab 2 : Pembahasan
 2.1    Bahan Kimia
 2.2    Bahan Pewarna
 2.3    Bahan Pemanis
 2.4    Bahan Pengawat
 2.5    Bahan Penyedap
 2.6    Bahan Pengembang Bahan Makanan
Bab 3 : Penutup
 3.1    Kesimpulan
 3.2    Saran
Daftar Pustaka
 

 
BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1         Latar Belakang

Bahan kimia merupakan sesuatu yang tak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Termasuk makanan dan minuman yang kita konsumsi juga mengandung bahan kimia. Bahan kimia lazim di gunakan dalam industri makanan.
Saat ini, makanan dibuat sedemikian rupa agar terasa lezat, terlihat menarik, dan tahan lama. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada makanan di tambahkan bahan kimia yang dinamakan zat aditif. Menurut penelitian para ahli membuktikan bahwa zat aditif dapat membahayakan kesehatan, misalnya kanker. Akan tetapi, di zaman modern seperti sekarang ini bahan kimia tambahan makanan atau zat aditif  dalam skla yang makin luas. Terutama dalam industri-industri makanan. Banyak industri makan yang menggunakan zat aditif secara berlebihan atau terkadang menggunakannya bukan pada tempatnya misalnya menggunakan pewarna tekstil untuk pewarna makanan tanpa memperdulikan tampak negatifnya bagi kesehatan.
Maka, oleh sebab itu melalui makalah ini penulis menjelaskan tentang “Makanan Alat Yang Mengandung Bahan Kimia” sebagai pengetahuan bagi masyarakat agar berhati-hati dalam memilih makanan dan meminimalisir penggunaan bahan kimia tersebut.
 
1.2         Perumusan Masalah

Agar lebih mudah dalam penulisan makalah ini, maka penulis merumuskannya dalam beberapa beberapa pertanyaan, yang nantinya akan akan dijadikan acuan dalam pembahasan. Beberapa pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :
1.        Bagaimana analisis dari makanan alat yang mengandung bahan kimia?

2.        Sebutkan ciri-ciri dari makanan alat yang mengandung bahan kimia ?

3.        Sebutkan tujuan dari makanan alat yang mengandung bahan kimia?

 
1.3         Tujuan

1.        Untuk memenuhi salah satu pembuatn tugas IPA.

2.        Mendeskripsiakan bahan kimia, dalam makanan serta jenis-jenis, analisis, ciri-ciri, dan tujuan bahan kimia yang sering digunakan

3.        Untuk mengomunikasikan kegunaan dan efek samping penggunaan bahan kimia dalam makanan

 
1.4         Manfaat

1.        Menambah pengetahuan tentang bahan kimia dalam makanan baik bahan alami maupun sintetis  atau buatan.

2.        Dapat mengetahui kegunaan bahan kimia dalam makanan.

3.        Dapat mengetahui efek samping penggunaan bahan kimia dalam makanan. Sehingga kita dapat berhati-hati dalam memilih makanan.

 
 

BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1         Bahan Kimia

Bahan-bahan kimia lazim digunakan dalam industri makanan. Bahan kimia tambahan di sebut zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia di campurkan kedalam makanan yang bertjuan unutk meningkatkan kualitas makanan, menambahakan kelezatan makanan, mengawetkan makanan dan memperbaiki penampilan.
Penggunaan zat aditif sebenarnya sudah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang kita telah menggunakan zat-zat aditif yang alami. Akan tetapi di zaman modern sekarang ini, zat aditif yang alami sudah jarang digunakan. Di zaman modern ini sering menggunakan zat-zat aditif buatan atau sintetis. Berdasarkan asalnya, bahan aditif pada makanan dibedakan menjadi 2, yaitu bahan alami dan buatan.

 

2.2         Bahan Pewarna

Pewarna makanan merupakan zat aditif yang digunakan untuk meningkatkan penampilan makanan segar dan olahan. Tujuan pemberian warna dimaksudkan agar makanan terlihat lebih berwarna sehingga, menarik perhatian konsumen. Aditif warna adalah komponen penting dari banyak produk, membuatnya menarik, menarik, menggugah selera, dan informatif.
 
a.         Bahan Pewarna Alami

Pemberian warna pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat konsunen. Pewarna makanan alami adalah zat pewarna alami (pigmen) yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, hewan, atau dari sumber mineral. Biasanya pewarna ini telah digunakan sejak zaman dahulu dan umumnya dianggap lebih aman dari pada pewarna sintetis, seperti kunyit sebagai pewarna kuning alami untuk berbagai jenis makanan.
 
Ciri-ciri pewarna alami yang terdapat pada makanan
1.        Warna agak suram

2.        Mudah larut dalam air

3.        Membutuhkan bahan pewarna lebih banyak (kurang mampu mewarnai dengan baik)

4.        Membutuhkan waktu lama untuk meresap kedalam produk

 
Bahan pewarna alami yang sering digunakan antara lain sebagai berikut :
1.        Kunyit dan wortel untuk menghaliskan warna kuning

2.        Daun pandan dan daun suji untuk menghaliskan warna hijau

3.        Gula merah dan karamel (gula yang di sangrai) untuk menghasilkan warna coklat

4.        Cabai, tomat, paprika, bit dan suga untuk menghasilkan warna merah.

 
Pewarna alami lebih aman dikonsumsi tetapi macamnya terbatas dan sulit memperolehnya dalam jumlah besar sehingga industri makanan lebih senang menggunakan pewarna sintetis.
 
b.        Bahan Pewarna Buatan dan Efek Sampingnya

Pewarna buatan adalah pewarna yang dihasilkan dari proses sintesis melalui rekayasa kimiawi. Pewarna buatan terbuat dari bahan kimia seperti tartazin untuk warna kuning, bliliant blue untuk warna biru, alurared untuk warna merah. 

 

Ciri-ciri pewarna alami yang terdapat pada makanan
1.        Warna agak suram

2.        Mudah larut dalam air

3.        Membutuhkan bahan pewarna lebih banyak (kurang mampu mewarnai dengan baik)

4.        Membutuhkan waktu lama untuk meresap kedalam produk

 
Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu :
1.        Amarant (pewarna merah)

2.        Erythrosine (pewarna merah)

3.        Fartrazine (opewarna kuning)

4.        Sunset yellow (pewarna kuning)

5.        Past green fcf (pewarna hijau)

6.        Brriliant blue (pewarna biru)

 
Meskipun bahan pewarna tersebut diizinkan, tapi harus tetap berhati-hati dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pewarna buatan karna penggunaan yang berlebihan akan mengganggu kesehatan misalnya :
1.        Penggunaan tetrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reksi alergi, asama, dan hiferaktif pada anak.

2.        Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor hroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan prilaku.

3.        Pengguanaan fast green fcf secara  berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.

4.        Penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pda hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.

 
Selain itu, terdapat mbeberapa bahan tambahan makanan yang dilarang pengguanaanya untuk pangan meskipun saat ini masih banyak digunakan. Misanlnya : formalin, boraks, rhodamin-B, (pewarna merah), dan methanil yellow (pewarna kuning). Pewarna ini tergolong pewarna  sintetis khusus untuk methanil yellow dan rhodamin-B hanya diperbolehkan untuk pewarna barang hasil industri seperti psaltik, tekstil, kertas, keramik, ubin, dan sebagainya. Zat pewarna sintetis ini bersifat racun jika digunakan dalam makanan dapat memicu pertumbuhan zat karsinogenik yang menyebabkan munculnya penyakit kanker.
 
2.3         Bahan Pemanis

Pemanis adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman sehingga dapat memberikan rasa manis pada makanan dan juga minuman. Bahan Pemanis bertujuan untuk menambah daya citra rasa manis pada makanan. bahan pemanis terbagi dua yaitu pemanis alami dan buatan.
 
a.         Bahan Pemanis Alami

Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari bahan-bahan nabati maupun hewani. Contoh pemanis alami gula tebu, gula merah, madu, dan kulit kayu manis. Gula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu jenis glukosa.       
 
Ciri-ciri pemanis alami
1.        Mempunyai rasa dan sifat atau karakteristik fungsional seperti sukrosa

2.        Nilai kalori kurang dari sukrosa pada tingkat kemanisan sama

3.        Tidak berwarna

4.        Tidak berbau

5.        Tidak beracun 

6.        Dapat dimetabolisme secara normal atau dikeluarkan dari dalam tubuh

7.        Tidak menyebabkan alergi

8.        Stabil terhadap perubahan kimia dan panas

9.        Dapat dikombinasikan dengan bahan pangan lainnya

10.    Ekonomis

    
Zat pemanis alami yang biasa digunakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1.        Pemanis nutritif

Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif berasal dari tanaman(sukrosa/gula tebu, gula bibit, xylitol dan fruktosa), dari mhewan, (laktosan dan madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, dan sorbitol). Kelebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obersitas (kelebihan berat badan ) karna kandungan kalorinya yang tinggi.
2.        Pemanis non nutritive

Pemanis non nutritif  adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis non nutritif  berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin, monellin, thaumatin).

 

b.        Bahan Pemanis Buatan dan Efek Sampingnya

Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahakan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manisbahan pemanis makanan buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi. Tujuan dari penggunaan pemanis buatan atau sintesis biasanya untuk menghemat biaya. Contoh dari pemanis buatan adalah sakarin, siklamat, dan aspartam. Sakarin atau “biang gula” memiliki tingkat kemanisan 350-500 kali gula alami.
Pemanis buatan ini di rekombinasikan untuk diet bagi penderita diabetes atau penyakit gula karna mereka memerlukan diet rendah kalori. Pemanis ini tidak bolah digunakan untuk orang sehat. Penggunaan sakarin  dan siklamat dapat mengakibatkan tumor kantung kemih.
 
Ciri-ciri dari pemanis buatan
1.        Memiliki rasa manis yang pekat atau berlebihan.

2.        Cenderung eneg setelah mengkonsumsinya.

3.        Ada rasa pahit yang tertinggal.

4.        Membuat tenggorokan menjadi kering

 
Di Indonesia banyak makanan dan minuman yang ditambahkan sakarin dan siklamat karna harganya jauh lebih murah dari harga gula namun penggunaan sakarin diganti dengan aspartam yang memiliki kemanisan 180 kali gula tebu. Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam peremen dan berbagai jenis makanan olahan.
Kemudian pemanis baru yang sering digunakan yaitu sukralosa yang memiliki tingkat kemanisan 600 kali gula, molekul pemanis ini tidak diserap oleh tubuh. Makanan olahan yang biasa menggunakan pemanis buatan antara lain : sirop, es mambo, kue atau roti
 
2.4         Bahan Pengawet

                Bahan pengawet adalah bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makananTujuan pengawetan makanan yaitu:
1.        Memperpanjang umur simpan bahan makanan (lamanya suatu produk dapat disimpan tanpa mengalami kerusakan).

2.        Mempertahankan sifat fisik dan kimia bahan makanan.

3.        Mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi (autolisis) bahan makanan.

4.        Mencegah pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai substrat untuk memproduksi toksin didalam pangan.

5.        Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan termasuk serangan hama.

6.        Mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial.

 
a.         Bahan Pengawet Alami

Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka dan gula bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu ada dalam kondisi baik. Tujuan dari bahan pengawet alami karena mudah didapat, terjangkau oleh masyarakat dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.
Metode pengawetan menggunakan garam dapur (Nacl) telah dilakukan masyarakat luas selama bertahun-tahun. Larutan garam yang masuk jaringan mampu menghambat pertumbuhan, aktifitas bakteri penyebab busuk, sehingga makanan tersebut menjadi lebih awet. Tentu saja prosedur pengawetan ini perlu mendapat perhatian karena konsumsi garam secara berlebihan dapat memicu penyakit darah tinggi. Cuka digunakan agar sayuran dapat bertahan lama. Gula digunakan dalam pembuatan kecap yang berfungsi sebagai bahan pengawet.
Selain dengan penambahan bahan pengawet, untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan dengan pemanasan, pengeringan, pembekuan, pengalengan, dan iradiasi dengan sinar ultraviolet atau sinar gamma.
 

b.        Bahan Pengawet Buatan dan Efek Sampingnya

Pengawetan sebenarnya di butuhkan untuk mencegah aktifasi mikroorganisme ataupun mencegah proses peluruhan yang terjadi sesuai dengan pertambahan waktu, untuk menjaga kualitas yang memadai sebagai mana yang di inginkan. Namun harus tetap memepertimbangkan keamanannya.
 
Ciri-ciri bahan pengawet buatan ada pada makanan:
1.        tahan lama

2.        rasa makanan sedikit berbeda dengan makanan yang tidak mengandung formalin.

3.        warna khas makanan

 
Secara garis besar zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1.        GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sam sekali.

2.        ADI ( Acceptable Daily Intake ), yang selalu dsitetapkan batas penggunaan hartannya ( darly intake).

3.        Zat pengawet yang memang tidak layak di konsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Formalin dapat menyebabkan kanker paru-paru dan gangguan pada alat pencernaan dan jantung. Adapun penggunaan boraks dapat menyebabkan gangguan pada otak, hati dan kulit.

 
Beberapa bahan pengawet diperbolehkan untuk dipakai, namun kurang aman jika digunakan secara berlebihan. Bahan-bahan pengawet tersebut, antara lain sebagai berikut :
1.        Kalsium Benzoat

Bahan pengawet ini dapat menhambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora, dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dfapat memengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat cair. Kalsium benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari buah, sirop, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin. Kalsium benzoat dapat memicu terjadinya serangan asma.
2.        Sulfur Dioksida (SO2)

Bahan pengawet ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirop dan anncor. Meskipun bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker, dan alergi.
3.        Kalium Nitrit

Kalium Nitrit dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Kalium nitrit sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar daging tersebut, misalnya daging kornet. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Selain mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, yang menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal dan muntah-muntah.
4.        Kalsium Propionat/Natrium Propionat

Keduanya termasuk dalam golongan asam propionat, sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk roti dan tepung. Penggunaan yang berlebihan bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
5.        Natrium Metasulfat

Natrium Metasulfat sering digunakan pada produk roti dan tepung. Bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.
6.        Asam Sorbat

Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah, dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat, meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlukaan di kulit.
 
Adapun bahan-bahan pengawet yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan, antara lain adalahs sebagai berikut :
1.        Natamysin

Bahan ini biasa digunakan pada produk daging dan keju. Bahan ini bisa menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, dan perlukaan kulit.
2.        Kalium Asetat

Makanan yang asam umumnya ditambahkan bahan pengawet ini. Padahal bahan ini diduga bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.
3.        Butil Hidroksida Anisol (BHA)            

Biasanya terdapat pada daging babi dan sosisnya, minyak sayur, shortening, keripik kentang, pizza, dan the instan. Bahan pengawet jenis ini di duga bisa menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.
 
2.5         Bahan Penyedap

Penyedap rasa adalah bahan tambahan makanan yang memberikan rasa pada bahan tertentu, sehingga suatu makanan dapat bertambah manis, asam, dan sebagainya. Tujuan ditambahkannya penyedap adalah meningkatkan cita rasa makanan, mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang saat pemprosesan dan memberi cita rasa tertentu pada makanan.
 
1.        Bahan Penyedap Alami

Bahan peneyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain santan, kelapa, susu sapi, dan kacang-kacangan. Selain itu bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan atau rempah-rempah, antara lain lengkuas, ketumbar, cabai, kayu manis, dan pala.
 
2.        Bahan Penyedap Buatan dan efek sampingnya

Zat penyedap buatan di bedakan menjadi dua macam yaitu : Zat penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antara lain : oktil asetat (aroma jeruk), iso amil asetat (aroma pisang), iso amil valerat (aroma apel), metil solisilat (minyak gandapura), etil butirat (aroma nanas), okoresin dan asam esensial. Zat penyedap rasa yang banyak digunakan adalah menosodium glutamate (MSG) atau vetsin.
MSG tidak diperkenankan untuk dikonsumsi kepada bayi berumur kurang dari 12 minggu (3 bulan), bagi orang yang alergi atau tidak tahan MSG, maka makanan yang dikonsumsi mengandung MSG dapat menyebabkan penyakit “Restoran Cina”. Gejala penyakit ini adalah 20 – 30 menit setelah makan makanan yang dibubuhi MSG yang berlebihan, maka akan timbul rasa mual, haus, pegal-pegal pada tengkuk, sakit dada, dan sesak napas. Akibat lainnya adalah penyakit kanker.

2.6         Bahan Pengembang Bahan Makanan

                Dalam pembuatan berbagai macam makanan roti dan kue digunakan bahan yang berfungsi untuk mengembangkan adonan. Bahan pengembang ini dapat berupa senyawa kimia mapun makhluk hidup yang dapat melakukan permentasi. Baik senyawa kimia mapun makhluk hidup yang digunakan dalam mengembangkan adonan roti dapat menghasilkan Co2 yang dapat menyebabkan adonan roti menjadi mengembang. Bahan pengembang biologis dapat menggunakan yeast atau ragi sedangkan untuk bahan kimia dapat menggunakan natrium bikarbonat.



BAB III
PENUTUP
 
3.1   Kesimpulan
Bahan kimia dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi. Bahan kimia dalam makanan terdiri atas bahan alami dan bahan buatan atau sintetis. Bahan kimia memiliki danpak negatif jika digunakan secara berlebihan. Pada dasarnya, bahan alami lebih aman digunakan daripada bahan sintetis. Secara garis besar, bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan dikelompokkan menjadi bahan pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, dan pengembang bahan makanan.
 

3.2         Saran

Saran yang dapat disampaikan pada pembaca adalah berhati-hatilah dalam memilih makanan. Di zaman modern ini banyak sekali makanan yang menggunakan bahan kimia yang berlebihan terutama dalam jajanan di sekitar kita. Bahkan sering terjadi penggunaan bahan kimia yang penggunaannya tidak sesuai dan sudah sedemikian luas penggunaannya sehingga tidak lagi mengindahkan dampaknya terhadap kesehatan.


 
DAFTAR PUSTAKA
 
Irianto, Sugeng Yuli dan Wasis. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTS kelas VIII. Jakarta : PT. Sekawan Cipta Karya.
Hidayati, Nur F. 2006. Biologi Kelas XI SMA dan MA Semester Genap. Klaten : Sinar Mandiri.
Aziz, Saifuddin. 2006. Kimia Kelas XII SMA dan MA Semester Genap. Klaten : Sinar Mandiri.
Pratiwi, D.A. dkk. 2006. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga. 
https://notemuza.blogspot.com/2023/04/makalah-ilmu-pengetahuan-alam-tentang.html Dikutip Tanggal 03 April 2023
 

No comments:

Post a Comment