Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku

Thursday, January 28, 2021

Makalah "Tauhid Teknologi"

MAKALAH
“Tauhid Teknologi”

D
I
S
U
S
U
N

OLEH:
 
                   Nama           : ............................
                   NIM              : ............................
 
                Dosen Pembimbing   : .........................
 
UNIVERSITAS / SEKOLAH TINGGI ILMU ........................
JURUSAN ......................
FAKULTAS ..............................
TAHUN AJARAN 2020


KATA PENGANTAR
 
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
 
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ............................ ini dengan sebuah pembahasan tentang “TAUHID TEKNOLOGI”.
 
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Serta ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah ........................  yang terhormat Bapak/Ibu. dimana atas bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan makalah ini.
 
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
 
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta referensi pembelajaran maupun inpirasi terhadap pembaca.
 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
 
Palembang,  ...................... 20.....



                Penyusun

 
DAFTAR ISI
 
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
1.2     Rumusan Masalah
1.3     Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Konsep Tauhid
2.2     Konsep Teknologi
2.3     Hubungan Antara Sains dan Teknologi dengan Tauhid Dalam Perspektif Islam.
2.4     Pandangan Islam tentang Sains dan Teknologi
2.5     Integrasi Ayat-Ayat Al-Quran dengan Sains dan Teknologi
BAB III
PENUTUP
3.1     Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1        Latar Belakang
Pengetahuan manusia diperoleh dari dua arah, yaitu dari atas dan dari bawah. Dari atas maksudnya dari wahyu yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, sedangkan dari bawah maksudnya dari realitas yang ada di alam ini melalui pengamatan, pendengaran, perasaan, dan pengalaman. Wahyu yang mengandung pengetahuan yang tak terhingga, yang tak pernah habis dikaji sekalipun manusia melakukan pengkajian sepanjang sejarah kehidupannya.
Tanda-tanda ada-Nya Tuhan, memang dapat dikenali akal melalui fenomena alam ini, tetapi siapa Tuhan itu, bagaimana Tuhan itu, dan apa yang harus manusia lakukan kepada Tuhannya, adalah persoalan pelik yang tidak mungkin diketahui secara pasti oleh akal manusia. Itulah sebabnya Allah mengajarkan kepada manusia tentang apa yang tidak diketahuinya, sedangkan pengetahuan itu diperlukan manusia dalam hidupnya.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia hanyalah subyek yang menemukan, mengolah, dan merumuskan sehingga lahir sebuah teori. Manusia bukanlah pencipta, atau pembuat dari tidak ada menjadi ada. Sekecil dan sesederhana apapun ilmu pengetahuan itu, sumbernya tetap dari Alla SWT. Karena itu manusia dilarang menyembongkan diri, seakan-akan dialah yang menghasilkan ilmu itu tanpa campur tangan Allah. Manusia dilarang mengingkari ayat-ayat, bukti-bukti kebenaran yang Allah tunjukan kepada manusia itu.
Ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini, baik tentang manusia atau alam secara keseluruhan, hanyalah merumuskan hukum-hukum, prinsip-prinsip yang telah ada di alam, yang oleh Allah di dalam al-Qur’an disebut “Sunnatullah”. Dari hukum dan prinsip yang ada di alam itu para ilmuwan mengembangkan teori. Apabila kini orang mengatakan ilmu pengetahuan dan juga teknologinya sudah maju dengan pesat, sudah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan, kita tidak dapat membuat kalkulasi berapa persen pengetahuan yang telah mampu digali oleh manusia dari pengetahuan yang Allah turunkan dalam bentuk wahyu dan dalam bentuk sunnatullah. Manusia tidak dapat membuat prediksi kandungan pengetahuan di alam ini. Setiap masa, ilmuwan selalu menghasilkan penemuan-penemuan baru diberbagai bidang, diberbagai disiplin ilmu.
Untuk  mengembangkan  ilmu  pengetahuan  yang  bersumber  dari  alam  ini,  Allah memerintahkan agar kita selalu menggalinya, melakukan perjalanan, pengamatan, penelitian. Namun dalam malakukan hal tersebut, kita tetap harus selalu mengaitkannya dengan sumber ilmu pengetahuan dari Allah yaitu Al-Qur’an. Hal ini berkaitan dengan pandangan ilmu tauhid dalam penggalian ilmu pengetahuan yang ada di alam ini. Sehingga dalam penemuannya, ilmu pengetahuan yang baru tetap pada batasan ketauhidan dalam Islam.
 
1.2        Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan, maka penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah:
1)        Apa Pengertian dari tauhid dan ilmu pengetahuan/sains dan teknologi?
2)        Bagaimanakah hubungan sains dan teknologi dengan ketauhidan?
3)        Bagaimanakah pandangan islam tentang teknologi?
4)        Apa saja integrasi ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai sains dan teknologi?
 
1.3        Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1)        Untuk mengetahui konsep mengenai Tauhid dan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi.
2)        Mengetahui hubungan antara sains dan teknologi dengan ketauhidan.
3)        Mengetahui pandangan islam tentang sains dan teknologi.
4)        Mengetahui integrasi ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai sains dan teknologi.


BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1        Konsep Tauhid 
Tuhan adalah sesuatu yang dianggap penting oleh manusia sedemikian rupa sehingga manusia merelakan dirinya menyembahnya. Arti dari dianggap penting merupakan pengertian luas yang mencakup didalamnya yang dipuja, diagungkan, diharapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan dan termasuk pula sesuatu yang mendatangkan kerugian atau bahaya.
Tauhid berasal dari kata ’’ wahada – yuwahhidu’’ yang berarti menjadikan sesuatu tunggal. Tauhid adalah konsep yang mengesakan Allah, tuhan yang tiada sekutu baginya yang memiliki segala sifat kesempurnaan, kesucian, kebesaran dan keadilan. Dalam konsep ketuhanan islam Tuhan merupakan zat yang tunggal dalam wujud, kesempurnaann, kemuliaan dan keagungan.
Kesaan Tuhan merupkan syarat yang absolut dalam konsep ketuhanan islam. Otoritas ontologis tertinggi berada pada zat Tuhan, sehinngga tak satupun ada yang menyamai tuhan. Hal ini sesuai dengan iplementasi dari makna dua kalimat syahadat yang menagatakan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai utusan NYA. Sesuai dengan Q.S An-nahl ayat 2 yang berarti “ Tuhanmu adalah satu”.
Tauhid dapat berarti keyakinan atas realitas tunggal, tanpa ada sekutu baginya dalam zat, sifat dan pernuatanNYA serta tidak ada yang menyamainya. Tauhid merupakan konsep dasar agama samawi yang artinya semua nabi dan rasul yang diutus Allah mereka semua membawa ajaran Tauhid. Hal ini sesuai dengan Q.S Al-anbiya ayat ke 25 yang artinya ”Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu misalkan kami wahyukan kepadanya. “Bahwasannya tidak ada tuhan selain Aku , maka sembahlah olehmu kalian akan Aku.”
Pembagian tauhid secara teoristis dan praktis .tauhid teoritis meliputi tauhid zat, tauhid sifat dan tauhid perbuatan. Sedangkan tauhid praktis adalah tauhid ibadah dan merupakan aktualisasi dari tauhid teoristis, sehingga keduanya merupakan satu- kesatuan yang tak dapat terpisahkan. Tauhid teoristis:
 
«  Tauhid Zat
Mengetahui bahwa Allah adalah Esa dalam zatnya. Dia adalah wujud yang maha kaya yang tidak bergantung pada apapun dan siapa pun. Malah setiap sesuatu yang bergantung kepada-NYA.
 
«  Tauhid Sifat
Mengetahui bahwa zatnya adalah sifat-sifat-NYA sendiri. Berbagai sifatnya tidak terpisah satu sama lain, dengan demikian tauhid sifat adalah menafikan adanya adanya pluralitas dari zat itu sendiri.
 
«  Tauhid Perbuatan
Bahwa alam raya dan segala sistemnya merupakan perbuatan dan karya-NYA dan timbul dari kehendak-NYA oleh karena itu segala yang ada pada alam raya ini hakekatnya tidak mandiri dalam konteks sebab akibat apapun tetapi ada yang menciptakannya. Dari konsep ini dapat ditegaskan bahwa keyakinan manusia dan makhluk lainnya untuk dapat berbuat dengan kehendak-NYA secara murni dan mandiri merupakan keyakinan akan adanya sekutu bagi Allah baik dari segi Zat-NYA maupun Perbuatan-NYA.
 
Pengetahuan tentang keesaan Allah baik dari segi Zatnya, sifat-sifatnya, dan Perbuatannya, tauhid ibadah adalah ketaatan hanya ditunjukan kepada Allah semata. Hidup atau mati, setiap gerak dan diam atau semua aktifitas hanya ditunjukan kepada Allah. Tauhid praktis adalah sesungguhnya ibadah kepada Allah yaitu menjalankan segala perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA demi mencapai pensucian dan pengagungan kepada Allah.
Tauhid uluhiyyah digambarkan dalam kalimat “ la ilah illah Allah” yang berarti tiada tuhan selain Allah. Kata ilah mengandung makna pokok yang disembah. Dengan demikian makna kata la ilah illah allah adalah tidak ada tuhan yang disembah selain Allah. Penggunaan kata ilah pada Al-Quran lebih banyak menujuk makna penguasa, pengatur alam semesta dan dalam genggaman-NYA lah segala sesuatu. 
Para ulama menegaskan bahwa mengesakan Allah adalah meninggalkan perbuatan syirik baik kecil maupun besar, diantara konsekuensi dari pengucapan kalimat tauhid itu adalah mengetahui kandungan maknanya kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
2.2        Konsep Teknologi
Dalam kajian filsafat, setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedang orang yang banyak tahu tetapi tidak mendalam disebut generalis. Karena keterbatasan kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa ilmu secara mendalam.
Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan. Dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik, obyektif dan netral,bdalam situasi tertentu teknologi tidak netral karena memiliki potensi untuk merusak potensi kekuasaan. Disinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan teknologi.
Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia, juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia dan atau digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri.
Dalam pemikiran sekuler, perennial knowledge yang bersumber dari wahyu Allah tidak diakui sebagai ilmu, bahkan mereka mempertentangkan antara wahyu dengan akal, agama dipertentangkan dengan ilmu. Sedangkan dalam ajaran Islam wahyu dan akal, agama dan ilmu harus sejalan tidak boleh dipertentangkan. Memang demikian adanya karena hakikat agama adalah membimbing dan mengarahkan akal.
 
2.3        Hubungan Antara Sains dan Teknologi dengan Tauhid Dalam Perspektif Islam. 
Sains Islam merupakan keseluruhan dari matematika dan ilmu-ilmu alam, termasuk psikologi dan sains-sains kognitif, yang tumbuh dalam kebudayaan dan peradaban Islam selama lebih dari satu millenium, dimulai sejak abad ketiga Islam. Sains Islam bersifat ilmiah sekaligus religius dalam pengertian bahwa ia secara sadar didasarkan pada prinsip-prinsip metafisik, kosmologis, epitemologis, etis dan prinsip moral Islam. Namun, hal fundamental yang kemudian menarik ditelaah sebagai konsekuensi logis dari ajaran tauhid adalah perkembangan sains, sebagaimana pernah terjadi dalam sejarah Islam selama kurun waktu abad ke-7 hingga abad ke-13. dengan berpijak pada perspektif tauhid, dinamika perkembangan Islam selama kurun waktu tersebut benar-benar diwarnai oleh besarnya perhatian terhadap sains. Bagaimana ajaran tauhid memiliki hubungan yang niscaya dengan perkembangan dan kemajuan sains, semuanya kembali pada hakikat tauhid itu sendiri. Melalui kalimat tauhid ini, semua bentuk dan jenis kekuasaan apa pun dimuka bumi haruslah dinegasikan. Hanya allah, tuhan yang memiliki kekuasaan yang mutlak, selain-Nya bersifat nisbi.
Tauhid sebagai landasan pijak pengembangan sains dapat dilacak geneologinya pada terbentuknya konsepsi tentang Tuhan dalam pengertian yang spesifik. Bahwa Tuhan adalah pengetahuan tentang alam semesta sebagai salah satu efek tindak kreatif Ilahi. Berilmu pengetahuan menurut Islam lalu sama dan sebangun maknanya dengan:
 
1.      Menyatakan ketertundukan pada tauhid.
2.      Elaborasi pemahaman secara saitifik terhadap dimensi-dimensi kosmik alam semesta.
 
Itulah mengapa, Al Qur’an kemudian berperan sebagai sumber intelektualitas dan spiritualitas Islam.
 
Gagasan keterpaduan ini bahkan merupakan konskuensi dari gagasan keterpaduan semua jenis pengetahuan. Jadi, sains dalam Islam adalah sains yang berkonsepkan tauhid. Sains dalam Islam yang tunduk kepada prinsip-prinsip yang ditetapkan Allah melalui rasulnya. Sains dalam Islam tunduk kepada Al-Quran. Tauhid sebagai sumber kelahiran sains memiliki makna yang dalam untuk menyelamatkan manusia dari kehancuran akibat kemajuan sains itu sendiri.
Jadi dari sini dapat kita tarik bahwa hubungan antara sains dalam perspektif Islam yaitu Islam memberi kebebasan kepada para sainistik untuk mengkaji. Sains Islam menjadikan wahyu sebagai sumber rujukan yang tertinggi. Dalam etika yang lain, dalam Islam, wahyu mengatasi akal karena wahyu datang dari pada kuasa tanpa batas sedangkan akal terbatas, dan sains tidak boleh mengatasi wahyu. Oleh karena itu, sains dalam Islam adalah sains yang berkonsepkan tauhid. Sains dalam Islam tunduk kepada prinsip-prinsip yang ditetapkan Allah melalui rasulnya. Sains dalam Islam tunduk kepada Al-Quran. Maka antara wahyu Allah dan ilmu dapat bertemu dan ilmu dapat mendukung kebenaran wahyu, perpaduan kedua unsur ini adalah ajaran islam.
Melalui prinsip pertama (tauhid), ilmu pengetahuan tidaklah dimanfaatkan pada praktis, tetapi juga dimanfaatkan untuk memahami eksistensi yang hakiki dari alam dan manusia. Ilmu pengetahuan terus dikembangkan dengan tetap berpegang bahwa Allah swt adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Dengan itu, ilmu pengetahuan selalu mengantarkan umat pada peningkatan keimanan. Menjadikan alam dan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kedua sumber ilmu pengetahuan, baik ayat kauniyah maupun ayat qouliyah memiliki posisi yang penting dalam mencapai kebenaran. Prinsip ini menopang prinsip kedua, karena ayat-ayat Allah selalu benar sehingga tidak ada kontradiksi antara keduanya. Jika belum terjadi ketidaksesuaian, maka kesalahan terletak pada manusia dalam memformulasikan ayat kauniyah atau dalam melakukan interpretasi ayat qouliyah. Bukan pada ayat-ayat itu sendiri.
 
2.4        Pandangan Islam tentang Sains dan Teknologi 
Kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia kini telah dikuasai peradaban Barat, kesejahteraan dan kemakmuran material yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang mengagumi kemudian meniru-niru dalam gaya hidup tanpa diseleksi terlebih dulu terhadap segala dampak negatif dimasa mendatang atau krisis multidimensional yang diakibatkannya. Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik dimasa lampau, sekarang maupun yang akan datang.
Dalam pandangan Islam, menurut hukum asalnya segala sesuatu itu mubah termasuk segala apa yang disajikan berbagai peradaban, semua tidak ada yang haram kecuali jika terdapat nash atau dalil yang tegas dan pasti, karena Islam bukan agama yang sempit. Adapun peradaban modern yang begitu luas memasyarakatkan produk-produk teknologi canggih seperti televise, video, alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah lainnya serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua, muda atau anak-anak yang tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yang diakibatkannya, tetapi menjadi tanggung jawab manusia yang menggunakan dan mengopersionalkannya.
Produk iptek ada yang bermanfaat manakala manusia menggunakan dengan baik dan tepat dan dapat pula mendatangkan dosa dan malapetaka manakala digunakannya untuk mengumbar hawa nafsu dan kesenangan semata. Islam tidak menghambat kemajuan Iptek, tidak anti produk teknologi, tidak akan bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern yang teratur dan lurus, asalkan dengan analisa-analisa yang teliti, obyekitf dan tidak bertentangan dengan dasar Al-Qur`an.
 
2.5        Integrasi Ayat-Ayat Al-Quran dengan Sains dan Teknologi 
Al-Quran sebagai petunjuk/pedoman hidup manusia, mengajarkan dasar-dasar dan mengarahkan perkembangan Sains dan teknologi menuju muaranya yang hakiki untuk menuntun manusia akan jalur-jalur riset yang perlu ditempuh, sehingga manusia memperoleh hasil yang benar. Di sini fungsi Al-Quran memberikan kecerahan pada akal manusia, sehingga manusia merasa lapang di hadapan Allah yang Maha Luas. Kebenaran hasil riset ini dapat diukur dari kesesuaian antara akal dengan naql. Kerja akal yang sesuai dengan naql ini dapat dikategorikan sebagai ibadah kepada Allah SWT dan sekaligus turut mengisi definisi ijtihad dalam arti umum yang memiliki nilai yang sangat besar.
Oleh sebab itu, usaha terus menerus untuk mengkaji Al-Quran perlu dilakukan dan bahkan hukumnya menjadi fardlu 'ain bagi setiap ilmuwan yang akan meriset terhadap alam semesta, menciptakan produk teknologi merupakan hasil kerja dari orang-orang yang taat kepada tata tertib al-Quran. Orang yang tak beriman akan mengagungkan teknologi, bersikap arogan dan jika diteruskan akan bermuara kepada penuhanan kepada diri sendiri. Jelaslah bahwa hasil teknologi yang demikian itu tidak dapat dimasukkan dalam wilayah ibadah kepada Allah SWT. Firman Allah dalam surat al-A'raf (7) ayat 146:
 

“Aku akan memalingkan orang-orang yang memalingkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dari ayat-ayat-Ku”.
 
Berikut ini beberapa integrasi ayat-ayat al-Quran dalam ilmu Sains dan Teknologi:
 
«  QS. Ar-Rad ayat 12 (Kilat)
 

“Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” (QS 13:12)
 
«  QS. Al-Mu’minun ayat 14 (Embriologi)
 

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." – (QS.23:14)
 
«  QS. Al-Haj ayat 65 (Gravitasi)
 

Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. (QS 22:65)
 
«  QS. Al-Baqarah ayat 164 (meteorologi & geofisika)
 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS 2:164)
 
«  QS. An-Nur ayat 45 (Binatang)
 

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 24:45)
 
«  QS. Al-Jathiah ayat 12 (Perkapalan)
 

“Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS 45:12)
 
«  QS. An-Nahl ayat 14 (Perikanan)
 

Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (QS 16:14)
 
«  QS. An-Nahl ayat 69 (Obat-obatan)
 

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS 16:69)
 
«  QS. Al-Maaidah ayat 96 (Biologi Laut: Bangkainya pun halal)
 

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan. (QS 5:96)
 
«  QS. Al-An'aam ayat 97 (Astrologi)
 

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS 6:97)


BAB III
PENUTUP
 
3.1        Kesimpulan
Tauhid dapat berarti keyakinan atas relitas tunggal, tanpa ada sekutu baginya dalam zat, sifat dan pernuatanNYA serta tidak ada yang menyamainya. Tauhid merupakan konsep dasar agama samawi yang artinya semua nabi dan rasul yang diutus Allah mereka semua membawa ajaran Tauhid. Seorang Ilmuwan muslim harus memposisikan Alquran sebagai petunjuk dan motivasi untuk menemukan dan mengembangkan sains dan teknologi dengan ilmiah, benar dan baik.
Melalui prinsip pertama (tauhid), ilmu pengetahuan tidak hanya dimanfaatkan pada praktis, tetapi juga dimanfaatkan untuk memahami eksistensi yang hakiki dari alam dan manusia. Ilmu pengetahuan terus dikembangkan dengan tetap berpegang bahwa Allah swt adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan.


DAFTAR PUSTAKA
 
[1]                    AL-Quran
[2]                    Fauzan, zhalih. 2001. Kitab Tauhid 1 : Yogyakarta
[3]                    UNHAS MKU, UPT. 2013. Pendidikan Agama Islam : Makassar
[4]                    Abullah, Al-Fauzan. 2010. Kitab Tauhid 1 : Jakarta
[5]                    Rochmah N.        2004. Islam     Untuk  Disiplin            Ilmu     Teknologi :      Jakarta.
[6]                    Iskandar, Lucky A. 2011.Dr. Mehmet Oz ilmuwan muslim abad 20. Diakses dari <http://cafeungu.blogspot.com/2011/10/dr-mehmet-oz-ilmuwan-muslim-abad-20.html>.
[7]           https://notemuza.blogspot.com/2021/01/makalah-tauhid-teknologi-d-i-s-u-s-u-n.html#more

No comments:

Post a Comment