Biarkan kata-kata aneh terbentuk, hanya menuangkan semuanya disini karna itu didalam pikirku

Saturday, May 6, 2023

Makalah Hambatan Perkembangan Fisik Anak

MAKALAH
"Hambatan Perkembangan Fisik Anak"

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

KELOMPOK ....
1. .........................................
2. .........................................
3. .........................................
4. .........................................
5. .........................................


FAKULTAS .....................................
PROGRAM STUDI .............................................
UNIVERSITAS/SEKOLAH ILMU TINGGI ..................................................
 20.... 


KATA PENGANTAR
 
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
 
Dengan menyebut nama Allah Subhana Wa Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebuah pembahasan tentang “Hambatan Perkembangan Fisik Anak”.
Tugas makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan tugas akhir ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Serta ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu dimana atas bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki tugas akhir ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta referensi pembelajaran maupun inspirasi terhadap pembaca.
 
Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 
Palembang,         Desember 2022
Penulis
 
 
 
.....................................


 
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
1.2      Rumusan Masalah
1.3      Tujuan Makalah
1.4      Manfaat Makalah
BAB II PEMBAHASAN
2.1      Hakikat Hambatan Perkembangan
2.2      Hambatan Perkembangan fisik
2.3      Faktor Yang Mempengaruhi Hambtan Perkembangan ( Pre-natal, Natal, Post Natal)
2.4      Jenis-Jenis Hambatan Pekembangan
2.5      Problem Perkembangan Fisik dan Penanganannya
2.6      Jenis-Jenis Permasalahan/Hambatan Fisik Anak
2.7      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permasalahan/Hambatan Fisik  Pada Anak
2.8      Langkah-langkah dan tekhnik penanganan permasalahan fisik anak
BAB III PENUTUP
3.1      Kesimpulan
3.2      Saran
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
 
1.1         Latar Belakang
Anak merupakan tunas bangsa yang merupakan generasi masa depan bangsa. Anak dengan tumbuh kembang yang baik akan menghasilkan anak dengan kualitas yang baik pula dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu,  diperlukan  peran penting orang tua dan orang- orang disekitar anak untuk memperhatikan perkembangan anak agar tidak terjadi hambatan yang berarti.
Adanya hambatan dalam perkembangan tidak selalu berarti buruk, namun sesuatu yang perlu disadari dan dicari solusinya agar hambatan tersebut bisa segera diselesaikan dan anak dapat mengejar pertumbuhan dan perkembangannya yang baik dan sesuai. Dari pemaparan diatas maka penulis akan membahas makalah tentang “Hambatan Perkembangan Fisik Anak”.
 
1.2         Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang diatas maka, rumusan masalah makalah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hambatan perkembangan fisik anak?
 
1.3         Tujuan Makalah

Dari rumusan masalah diatas maka, tujuan makalah ini yaitu untuk mendeskripsikan dan memaparkan hambatan perkembangan fisik anak.
 
1.4         Manfaat Makalah

Adapun manfaat dari penulisan atau pembahasan makalah Hambatan Perkembangan Fisik Anak ini adalah sebagai berikut:
1.       Bagi pembaca.

Dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pembaca untuk menambah pengetahuan tentang hambatan perkembangan fisik anak.
2.       Bagi Penulis.

Dapat menjadi informasi berharga bagi para penulis guna menciptakan tulisan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan pembaca untuk bisa mengetahui bagaimana hambatan perkembangan fisik anak.



BAB II
PEMBAHASAN
 
2.1         Hakikat Hambatan Perkembangan

Hambatan perkembangan adalah permasalahan anak yang mengalami gangguan perkembangan dan mempunyai kesulitan untuk berkembang secara optimal, padahal di sisi lainnya anak bisa berkembang secara normal dan sangat cerdas diatas rata-rata,oleh sebab itu orangtua harus menyadari hal ini sejak dini. Bagian-bagian yang biasanya tidak berkembang dengan baik pada umumnya adalah :
a.         Gerakan fisik (koordinasi), pola geraknya terganggu,

b.        Perilaku (psikis) terhambat,Visual-motoriknya terganggu,

c.         Proses auditorinya terganggu,sehingga pemahaman bahasa terhambat,

d.        Persepsi dan Motorik yang berhubungan langsung dengan sensori (Pemberian respons)

Sebenarnya secara umum dapat dikatakan, bahwa gangguan-gangguan di atas sifatnya hanya sementara saja. Anak biasanya berkembang normal dan kelihatan cerdas, hanya ada bagian-bagian yang kurang lancar perkembangannya. Bila hal ini terjadi anak akan menunjukkan reaksi tertentu, misalnya cepat marah, cepat frustasi, kurang berani menghadapi permasalahan dan sulit untuk mengatasi masalah, hanya senang memulai sesuatu, tapi malas untuk menyelesaikannya, sulit mengekspresikan dirinya atau yang dipikirkannya secara verbal, sulit berkonsentrasi, cepat teralihkan perhatiannya kepada hal lain, agresif dan mudah menangis. 
Bila anak-anak ini ditangani dengan cermat dan benar, biasanya anak akan kembali, "normal", cerdas dan berbakat. Yang perlu kita ketahui disini adalah dalam melakukan observasi kita harus mengetahui pasti bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan sementara saja dan setelah penanganan yang benar, anak dapat kembali “normal“ dan tetap berbakat seperti umumnya anak seusianya, atau memang ada gangguan yang sifatnya menetap, misalnya cedera pada otak yang membuat anak pada titik tertentu tidak dapat berkembang lagi. Untuk bisa memprediksi hal ini yang harus diamati dengan sangat teliti adalah bagaimana jalannya perkembangan, pengalaman serta kondisi anak itu sendiri sampai saat dia diobservasi/dideteksi.
 
2.2         Hambatan Perkembangan Fisik

Hambatan perkembangan salah satunya adalah adanya hambatan pertumbuhan fisik. Gangguan atau kecacatan anggota tubuh mengurangi kemampuan anak untuk bisa beraktivitas seperti anak normal lainnya. Hal ini menyebabkan keterlambatan perkembangan anak dalam hal tertentu sesuai dengan gangguan yang dimiliki. Misalnya anak yang terlahir cacat kaki, maka anak akan kesulitan untuk aktivitas berjalan, berlari bermain sepak bola, dan aktivitas aktif lainnya yang seharusnya meraka alami.
 
Hambatan perkembangan yang terjadi dapat berupa gangguan yang tidak menetap (seperti anorexia nervosa, bulimia, dll) dan ada juga yang digolongkan sebagai gangguan yang menetap (Autisme, Rett, Asperger, dll). Hambatan perkembangan dapat juga berupa keterlambatan perkembangan, di mana tidak tercapainya tugas perkembangan pada waktu yang ditentukan. Efek dari terjadinya hambatan dalam perkembangan ini sangat luas, tidak hanya berpengaruh pada pencapaian aktualisasi diri karena ada type hambatan perkembangan yang menyebabkan learning disabilities tetapi juga berpengaruh secara sosial di mana individu tidak dapat menjadi orang yang diinginkan baik fisik maupun psikologis.
A.      Faktor Pre-Natal

(Santrock, 2002:104) Periode awal atau germinal ialah periode perkembangan prakelahiran yang berlangsung pada dua minggu pertama setelah pembuahan. Ini meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan (implantation). Pemisahan sel telah dimulai ketika lapisan dalam (blastocyst) dan lapisan luar (trophoblat) organisme terbentuk. Implantasi terjadi kira-kira sepuluh hari setelah pembuahan. Periode embrionis ialah periode perkembangan prakelahiran yang terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah pembuahan.
Selama periode ini angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel terbentuk, dan organ-organ mulai nampak. Periode fetal adalah periode perkembangan prakelahiran yang mulai 2 bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung selama 7 bulan. Pertumbuhan dan perkembangan melanjutkan rangkaian dramatisnya selama periode ini. Janin semakin aktif menggerakkan tangan dan kakinya, memuka menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya. Pada periode ini janin juga sudah dapat diidentifikasi jenis kelaminnya.

B.       Faktor Genetis

a.        Phenilketonuria (PKU) adalah suatu kelainan genetik yang menyebabkan individu tidak dapat secara sempurna memetabolismekan protein. PKU dewasa ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak tersembuhkan, dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan hiperaktif. PKU menyebabkan kira-kira 1 persen orang mengalami keterbelakangan mental.

b.       Down syndrome, merupakan bentuk keterbelakangan mental yang secara genetis paling umum diturunkan, disebabkan oleh kromosom tambahan (ke 47). Penderita Down syndrome memiliki wajah yang bundar, tengkorak rata, lipatan kulit tambahan sepanjang kelopak mata, lidah yang menonjol keluar, tungkai dan lengan yang pendek, dan keterbelakangan kemampuan motorik dan mental. Ada kemungkinan kesehatan sperma lelaki atau sel telur perempuan terlibat. Perempuan usia antara 18 hingga 38 tahun kemungkinannya kecil melahirkan anak yang menderita Down syndrome dibandingkan dengan perempuan yang usianya leih muda atau leih tua.

c.        Anemia sel sabit merupakan kelainan genetis yang mempengaruhi sel darah merah. Sel darah merah biasanya berbentuk seperti cakram atau piringan hitam, tetapi pada anemia sel sabit, suatu perubahan dalam gen resesif mengubah bentuknya menjadi sabit yang berbentuk kail. Sel-sel ini mati dengan cepat, yang menyebabkan kekurangan darah dan kematian individu secara dini karena kegagalannya mengangkut oksigen ke dalam darah.

d.       Klifelter syndrome, kelainan genetis di mana laki-laki memiliki kromosom X ekstra atau tambahan, yang menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XXY. Buah pelir laki-laki yang mengidap kelainan ini tidak berkembang, dan biasanya mereka memiliki buah dada yang besar dan menjadi tinggi.

e.       Turner syndrome, ialah suatu kelainan genetis di mana perempuan kehilangan satu kromosom X, yang menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XO. Perempuan ini pada umumnya pendek dan kekar. Mereka mengalami keterbelakangan mental dan tidak berkembang secara seksual.

f.        XYY syndrome, ialah suatu kelainan genetis di mana laki-laki memiliki satu kromosom Y ekstra. Ada keyakinan bahwa kromosom Y yang ditemukan pada laki-laki menyumbang bagi sifat agresif dan kekerasan. Akan tetapi tidak terbukti bahwa laki-laki XYY tidak lebih berkecenderungan melibatkan diri dalam kejahatan dibanding laki-laki XY.

 
C.       Faktor Lingkungan
a.       Teratogen, ialah setiap unsur yang menyebabkan adanya suatu kelainan kelahiran. Kepekaan terhadap teratogen mulai sekitar 3 minggu setelah pembuahan. Setelah organogenesis lengkap, teratogen tidak menyebabkan kelainan antomis. Apabila beraksi selama periode fetal, dampak yang terjadi cenderung menghambat pertumubuhan atau menyebabkan masalah fungsi organ.

b.       Penyakit dan kondisi ibu. Penyakit dan infeksi dapat kerusakan selama proses kelahiran itu sendiri. Rubella adalah suatu penyakit ibu yang dapat merusak perkembangan prakelahiran. Mengakibatkan keterbelakangan mental, kebutaan, ketulian, dan kelainan jantung. Sifilis, lebih berbahaya dalam perkembangan prakelahiran-4 bulan atau lebih setelah pembuahan. Sifilis dapat merusak organ setelah organ terbentuk, ketika sifilis muncul saat kelahiran, masalah lain yang melibatkan sistem syaraf pusat dan sistem pencernaan dapat terjadi. Ibu yang menderita AIDS dapat menginfeksi anaknya : (1) selama kehamilan, melalui ari-ari (2) selama melahirkan melalui kontak dengan darah atau cairan ibu dan (3)setelah melahirkan, melalui air susu.

c.       Usia ibu. Dua periode penting untuk diperhatikan adalah usia remaja dan 30-an ke atas. Bayi yang dilahirkan oleh remaja sering prematur. Bayi yang mengalami sindrom Down jarang dilahirkan oleh ibu yang berusia 30 tahun, akan tetapi resiko menjadi bertambah setelah ibu mencapai 30 tahun.

d.       Gizi. Fetus yang sedang berkembang sangat bergantung kepada ibunya untuk gizi, yang berasal dari darah ibu. Status gizi tidak ditentukan oleh jenis makanan tertentu, gizi ibu bahkan mempengaruhi kemampuannya untuk bereproduksi. Dalam keadaan kekurangan gizi yang ekstrim, perempuan berhenti haid, dengan demikian menghambat pembuahan, dan anak-anak yang dilahirkan oleh iu yang kekurangan gizi cenderung cacat.

e.       Keadaan dan Ketegangan emosional. Ketika seorang perempuan hamil mengalami ketakutan, kecemasan, dan emosi lain yang mendalam, terjadi perubahan psikologis antara lain meningkatnya pernafasan dan sekresi oleh kelenjar. Adanya produksi hormon adrenalin seagai tanggapan terhadap ketakutan menghambat aliran darah ke daerah kandungan dan dapat membuat janin kekurangan udara. Ibu yang sangat bingung secara emosional mungkin mengalami kontraksi yang tidak teratur dan tugas yang lebih sulit, yang dapat menyebabkan ketidakteraturan dalam pemasokan udara kepada bayi atau cenderung menghsilkan ketidakteraturan selama melahirkan.

f.        Obat-obatan. Sejumlah bayi lahir cacat karena obat yang dikonsumsi ibunya merusak janin yang sedang berkembang. Thalidomide, obat penenag, bila dikonsumsi pada hari ke 26 akan membuat lengan janin mungkin tidak tumbuh. Sindrom alkohol janin, ialah sekelompok keabnormalan yang tampak pada anak dari ibu yang banyak meminum alkohol selama kehamilan. Keabnormalan tersebut meliputi cacat wajah, tungkai, jantung, inteligensi di bawah rata-rata, dan beberapa keterbelakangan mental. Masalah pernafasan dan sindrom kematian bayi yang tiba-tiba banyak ditemukan di kalangan ibu yang merokok selama kehamilan. Bayi kecil dari ibu yang kecanduan heroin mengalami kecanduan juga dan memperlihatkan karakteristik orang-orang yang mengalami kecanduan seperti gemetar, mudah sakit, tangis yang tidak normal, gangguan tidur, dan rusaknya kendali gerak. Bayi yang dilahirkan oleh penyalahguna kokain mengalami penurunan berat dan panjang.

g.       Bahaya linkungan. Radiasi, zat kimia, dan resiko-resiko lain dalam dunia industri modern kita dapat membahayakan janin. Radiasi dapat menyebabkan mutasi gen. Radiasi sinar X dapat mempengaruhi embrio dan fetus yang sedang berkembang. Polutan lingkungan dan bahan-bahan beracun juga merupakan sumber bahaya bagi anak-anak yang belum lahir. Di antara polutan dan zat buang yang berbahaya adalah karbonmonoksida, merkuri, dan timbal. Timbal mempengaruhi perkembangan mental anak. Radiasi elektromagnetis, khususnya terminal layar video, menaikkan resiko keguguran. Toxoplasmosis, suatu infeksi ringan yang menyebabkan gejala flu ringan atau suatu penyakit yang tidak jelas pada orang dewasa, pada bayi menyebabkan kemungkinan kerusakan mata, kerusakan otak, dan kelahiran prematur. Kucing merupakan pembawa toxoplasmosis yang paling lazim, khususnya yang memakan daging mentah seperti tikus.

 
D.      Faktor Natal

Komplikasi dalam melahirkan : Melahirkan terlalu cepat (precipitate delivery) ialah suatu bentuk cara melahirkan yang berlangsung terlalu cepat. Melahirkan terlalu cepat adalah suatu cara di mana bayi memerlukan waktu kurang dari 10 menit untuk ”dipaksa keluar” melalui saluran kelahiran. Dapat mengganggu aliran normal darah bayi dan tekanan pada kepala bayi dapat menyebabkan pendarahan. Pada sisi lain, anoxia, tidak cukupnya pasokan udara, dapat terjadi jika proses melahirkan berlangsung terlalu lama. Anoxia dapat menyebabkan kerusakan otak. Asfiksia (Njiokiktjien, h. 8, 2003) dapat menimulkan disfungsi plasenta dan prolem-problem dengan tali pusat, atau pada pendarahan selama kelahiran yang lambat dan sulit akrena sebab apa pun. Hipoglikemia postnatal, hipebilirubinemia atau kejang-kejang dapat dapat dalam kombinasi atau tersendiri, menambah enselofati hingga menuju ke gangguan-perkembangan psikomotorik.
Sungsang (breech position) ialah posisi bayi di dalam peranakan yang menyebabkan pantat merupakan bagian pertama yang muncul dari lubang kemaluan. Kepala bayi yang sungsang masih di dalam peranakan ketika sisa tubuhnya di luar, yang dapat menyebabkan masalah pernafasan.
Pembedahan cesar (cesarean section) ialah pemindahan bayi dari peranakan atau rahim lewat pembedahan. Dapat menyebabkan tingkat infeksi tinggi pada ibu dan stress yang menyertai pembedahan.
Penggunaan obat-obatan selama kelahiran anak bertujuan untuk menghilangkan sakit dan cemas untuk mempercercepat melahirkan selama proses kelahiran. Oxytoxin, suatu hormon yang merangsang dan mengatur irama kontraksi peranakan, telah digunakan sebagai obat untuk mempercepat proses kelahiran, meningkatkan resiko mengalami penyakit kuning dan diduga memiliki dampak panjang.
 
E.       Faktor Postnatal

Njiokiktjien (2003:7-8) menambahkan selain faktor-faktor tersebut di atas ada faktor postnatal yang menjadi penyebab gangguan perkembangan yang juga menjadi suatu hambatan perkemangan, yaitu :  Infeksi posnatal seperti meningitis/ensefalitis, dehidrasi, penyakit vaskuler, kontusio serebri, dan status eplieptikus.Penyakit degeneratif, penyakit para-infeksiosia, dan penyakit-penyakit metabolisme yang terlihat kemudian, juga yang disebabkan oleh penyimpangan gen-gen dan terlihat sebagai regresi dalam perkembangan.
a.        Gizi :Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.

b.       Penyakit kronis/kelainan congenital :Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.

c.       Lingkungan fisis dan kimia :Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider).Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.

d.       Psikologis : Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

e.        Endokrin : Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.

f.        Sosio-ekonomi : Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.

g.       Lingkungan pengasuhan : Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

h.       Stimulasi : Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.

i.         Obat-obatan : Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan. 

 
2.4         Jenis-Jenis Hambatan Pekembangan

Perkembangan pada anak merupakan fase pencapaian pertumbuhan fungsi, kemampuan dan kematangan yang dapat diperoleh melalui pembelajaran pada lingkungan sekitar. Perkembangan anak tentunya dipengaruhi oleh beragam sebab salah satunya adalah pola pengasuhan dalam lingkungan anak tersebut. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan anak juga dipengaruhi oleh beragam norma – norma yang ada dilingkungannya. Sedangkan hambatan yang muncul dalam fase ini merupakan gangguan perkembangan pada anak yang berpotensi mempengaruhi kemampuan serta kematangan fisik anak. Untuk itu, sangatlah penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui apa saja jenis hambatan perkembangan pada anak berikut ini :
A.      Hambatan Bicara

Beberapa anak juga mengalami hambatan berbicara. Ada beberapa anak di usianya yang sudah menguasai banyak kosa kata, namun ada juga yang perkembangannya terlambat sehingga belum bisa berbicara. Hal ini bisa diatasi dengan cara orang tua menjadi aktif untuk mengajak anak berbicara. Pola pembicaraan yang dilakukan janganlah satu pihak saja, namun memancing anak untuk menirukan kata- kata misalnya seperti kata mama atau papa.
B.       Hambatan Berjalan

Salah satu hambatan perkembangan pada anak adalah hambatan perkembangan motorik yaitu berjalan. Hal ini ditemukan pada banyak anak tanpa indikasi yang buruk melainkan pertumbuhan lambat yang cukup normal. Hal ini biasa diimbangi dengan perkembangan lainnya yang lebih cepat sehingga masih seimbang. Namun apabila orang tua menemukan hambatan berjalan pada anak, orang tua perlu segera mengkonsultasikan pada tenaga kesehatan agar tidak ada hal yang tidak diinginkan dan hambatan berjalan ini bisa diatasi dengan cepat. Dengan begitu, anak bisa mengejar keterlambatan perkembangannya sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.
C.       Hambatan Memahami Sesuatu

Hambatan memahami sesuatu bisa terjadi pada anak. Hal ini bisa disebabkan oleh diri anak sendiri dimana daya tangkapnya memang lemah, atau bisa juga karena lingkungannya yang jarang memberikan informasi yang mudah dipahami. Sebaiknya orang tua membimbing anak untuk melatih pemahaman anak sejak dini dengan menggunakan benda- benda di sekelilingnya dan dengan penjelasan sederhana yang bisa dipahami.
D.      Hambatan untuk Fokus

Kemampuan anak untuk memusatkan perhatian akan terganggu jika terjadi hambatan perkembangan. Dalam hal ini orang tua harus mencari tahu penyebabnya. Mungkin terlalu lama bermain gadget atau menonton televisi juga bisa berpengaruh. Orang tua perlu menekankan bahwa yang akan mereka bicarakan itu penting sehingga anak perlu untuk menyimaknya. Hindari paparan media distraksi yang terlalu sering.
E.       Daya Ingat Lemah

Anak dengan daya ingat yang lemah bisa terjadi apabila nutrisi dan latihan perkembangan yang diberikan sejak dini kurang. Maka berikan asupan makanan bergizi pada anak sejak dini dan latihlah dengan aktivitas yang memperkuat daya ingat anak, bisa melalui permainan- permainan yang seru. Agar anak memiliki ingatan yang kuat, orang tua bisa melatihnya menghafal sedikit demi sedikit namun sering dan konsisten.
F.        Kemampuan Berbahasa

Kemampuan berbahasa anak memang berbeda-beda. Hambatan perkembangan pada anak bisa mempengaruhi kemampuan berbahasanya. Orang tua harus memberikan contoh bagaimana cara berbahasa yang baik untuk komunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Ajarkan anak untuk mencontoh kata- kata Anda yang baik dan mempraktekkannya langsung pada orang lain.
G.      Hambatan Interaksi Sosial

Tipe anak yang pemalu dan menarik diri dari lingkungan sosial merupakan salah satu hambatan perkembangan anak. Pada masa ini anak seharusnya memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk ingin bermain dengan teman- teman sebayanya dan juga tingkat kepekaan sosial yang tinggi. Hambatan interaksi sosial juga bisa berasal dari orang tua. Apabila orang tua tidak pernah memperlihatkan cara berinteraksi dengan orang lain kepada anak, maka anak pun akan terhambat interaksi sosialnya. Berikan contoh, ajarkan pada anak bagaimana bereaksi terhadap repon sosial, berbicara, bermain, dan aturan sosial lainnya.
H.      Kesulitan Adaptasi dengan Lingkungan

Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan merupakan hambatan perkembangan anak dikarenakan kurangnya pengetahuan untuk interaksi dengan orang sekitarnya. Hal ini biasa terjadi ketka anak mulai memasuki sekolah dengan lingkungan baru atau teman- teman baru. Dalam mengatasi hal ini dibutuhkan bantuan orang tua atau guru untuk memulai pengenalan atau adaptasi anak dengan lingkungannya. Anak pada umumnya mampu beradaptasi dengan cepat, sehingga dibutuhkan peranan yang menngawali hal tersebut.
I.         Tingkat Emosional Anak

Tingkat emosional anak terbentuk dari orang orang disekitarnya misalnya lingkungan, orang tua, atau orang- orang terdekat lainnya. Anak juga cenderung memiliki emosi yang tinggi apabila tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan, sering mendengar nada- nada keras atau dibentak. Pada lingkungan yang demikian, anak juga akan mengalami hambatan perkembangan. Tingkat emosional anak menjadi tidak stabil dan sulit ditebak. Pentingnya peranan orangtua dalam mengendalikan emosi di sekitar anak sangat diperlukan.
J.         Perkembangan Fisik

Hambatan perkembangan salah satunya adalah adanya hambatan pertumbuhan fisik. Gangguan atau kecacatan anggota tubuh mengurangi kemampuan anak untuk bisa beraktivitas seperti anak normal lainnya. Hal ini menyebabkan keterlambatan perkembangan anak dalam hal tertentu sesuai dengan gangguan yang dimiliki. Misalnya anak yang terlahir cacat kaki, maka anak akan kesulitan untuk aktivitas berjalan, berlari bermain sepak bola, dan aktivitas aktif lainnya yang seharusnya meraka alami.
K.      Sakit

Kondisi sakit juga menjadi hambatan perkembangan anak. Anak menjadi tidak mampu mengikuti proses pembelajaran sehingga tertinggal oleh anak seusianya. Kondisi sakit juga tidak memungkinkan dirinya bermain dan belajar seperti biasanya. Segala perlengkapan, tempat, pengobatan, serta prosedur tindakan selama sakit dapat menjadi pengalaman berbeda yang kurang menyenangkan bagi anak dan yang seharusnya tidak perlu mereka alami. Dukungan orang tua sangat penting.
L.       Gangguan Kepribadian

Hambatan perkembangan anak lainnya yaitu adanya gangguan kepribadian. Hal ini bisa dikarenakan pengaruh tidak baik dari lingkungannya maupun dari keluarga. Anak akan tumbuh cenderung aneh dan dinilai berbeda dengan temannya. Pembawaan diri yang berbeda ini membuat anak dijauhi oleh teman disekitarnya.
M.     Perilaku Buruk

Hambatan perkembangan anak lainnya ditandai dengan perilaku anak yang buruk. Perilaku yang dimaksud adalah seperti anak yang rewel, suka merengek bahkan menangis keras tanpa bisa mengerti apa yang mereka inginkan. Anak seperti ini bisa saja manja, menginginkan perhatian lebih, atau tipe yang agresif dan banyak menuntut. Hal tersebut berasal dari pola didik orang tua yang kurang baik. Perkembangan anak bisa terhambat akibat hal ini, karena lingkungannya mungkin juga tidak menyukai hal tersebut.
N.      Gangguan Fungsi Panca Indera

Anak yang terlahir dengan gangguan panca indera bukan hal yang asing lagi. Gangguan panca indera yang terjadi biasanya adalah gangguan pengelihatan atau gangguan pendengaran. Kurangnya daya dengar anak menghambat anak untuk menerima informasi berupa suara dan ketidakmampuan melihat menghambat anak untuk menerima informasi dalam bentuk, warna, dan gambaran visual. Hambatan ini akan mempengaruhi perkembangan anak.
O.      Kegemukan

Anak yang gemuk memang sangat lucu dengan pipi tembem dan badan tambunnya. Namun anak dengan obesitas atau kegemukan berlebih tidak baik untuk perkembangan anak. Hal ini bisa saja menjadi hambatan karena anak – anak yang seharusnya lincah bisa  berlari kesana kemari, akibat kegemukan anak menjadi malas dan tidak beraktivitas. Hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan anak.
 
2.5         Problem Perkembangan Fisik dan Penanganannya
Dalam proses perkembangannya, perkembangan fisik akan mempengaruhi kemampuan motorik. Perkembangan fisik lazimnya ditandai dengan perubahan pada tinggi dan berat badan, serta bentuk tubuh dan juga perkembangan otak. Jika perkembangan fisik anak berkembang dengan baik tentu akan berpengaruh pada keterampilan motoriknya. Begitupun dengan anak yang perkembangan fisiknya mengalami gangguan, akan berdampak pada terganggunya kemampuan motorik anak tersebut. Gangguan fisik dan motorik anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Untuk mengatasai gangguan perkembangan sejak dini diperlukan pemeriksaan yang diawali sejak dalam kandungan serta asupan gizi yang harus diperhatikan. Adapun hal yang dapat dilakukan agar manjadikan keterbatasan tersebut bukan suatu kekurangan yaitu memberikan motivasi dan pendidikan bagi penyandang keterbatasan fisik dan lainya agar mereka mempunyai kemampuan selayaknya orang yang memiliki perkembangan secara normal.

2.6         Jenis-Jenis Permasalahan/Hambatan Fisik Anak
Jenis-jenis permasalahan pada anak digolongkan menjadi tiga yaitu masalah fisik, psikiososial, dan masalah belajar12.Adapun permasalahan fisik pada anak berkaitan dengan sistem koordinasi dan pancaindra anak. Anak yang mengalami gangguan pada pancaindra, sistem koordinasi gerak, atau mengalami hambatan dalam perkembangan fisik motorik dapat dikatakan mengalami masalah secara fisik. Beberapa permasalahan fisik pada anak antara lain :
a.         Masalah Motorik

Masalah motorik terbagi menjadi dua bagian yakni motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar merupakan keterampilan menggerakkan tubuh secara harmonis seperti contohnya berlari, dan mempengaruhi perkembangan motorik halus. Motorik halus sendiri dapat diartikan sebagai keterampilan dalam mengkoordinasikan otot-otot halus seperti menggunting, mewarnai, meronce, menggambar, dan lain sebagainya.
Permasalahan yang sering muncul pada anak adalah belum sempurnanya koordinasi sistem gerak sehingga anak belum mampu mengontrol motorik kasarnya. Kemampuan anak menguasai keterampilan motorik kasar dan halus dibutuhkan anak untuk persiapan menulis, menggunting, menari, mewarnai dan sebagainya.
b.        Masalah Penglihatan

Indra penglihatan berpengaruh besar terhadap perkembangan anak, apabila indra penglihatan mengalami gangguan maka perkembangan anak akan terhambat. Melalui indra penglihatan anak dapat membedakan warna dan bentuk yang akan menunjang perkembangan kognitifnya.

Permasalahan yang ditimbulkan dari gangguan penglihatan juga menyebabkan gangguan ingatan. Gangguan ingatan tersebut antara lain a) Tidak mampu menyebutkan benda tanpa ada bendanya b) Tidak mampu menguraikan benda-benda yang dilihat dari beberapa aspek, misalnya bentuk, warna, fungsi dan sebagainya. c) Tidak mampu mencari bagian yang hilang dari suatu bentuk atau gambar. d) Tidak mampu mengurutkan kembali satu seri gambar yang diacak.
c.         Masalah Pendengaran

Gangguan pendengaran pada anak bukan berarti anak mengalami tuli, akan tetapi anak mengalami kesulitan dalam membedakan suatu bunyi atau suara. Sebagian besar orangtua menganggap masalah pendengaran adalah masalah yang sepele, sehingga masalah yang awalnya kecil justru menjadi gangguan yang sulit disembuhkan.
d.        Masalah Berbahasa

Masalah berbahasa dan berbicara pada anak diawali dari ketidakmampuan mendengar dan memahami bahasa lisan yang diucapkan orang-orang disekelilingnya. Selain itu budaya yang masih menjamur dikalangan orangtua adalah seringnya orang tua tidak memberi kesempatan kepada anak untuk mengutarakan isi hatinya, sehingga secara tidak langsung hal tersebut menghambat perkembangan bahasa anak. Masalah lain yang terkait dengan gangguan berbahasa adalah berbicara tidak jelas dan gagap.
e.         Kegemukan

Anak yang memiliki berat tubuh diatas 20 persen diatas- rata anak seusianya dan anak iini akan mudah terkena diabetes dan penyakit lain maka dari itu perlu pengaturan pola makan karna pola makan yang salah akan menetap dan penyakit kegemukan akan mengganggu sepanjang hidupnya.
f.         Tangan kidal.

Tidak ada alasan fisik mengapa tangan kidal menjadi permasalahan dalam perkembangan fisik, hanya saja sesuatu yang berbeda pada masa kanak – kanak akan menyebabkan anak itu merasa rendah diri. dan masih banyak lagi masalah lain dalam perkembangan fisik
 
2.7         Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permasalahan/Hambatan Fisik  Pada Anak
Dari beberapa permasalahan perkembangan fisik di atas, ada dua faktor yang mempengaruhi permasalahan pada anak yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri inidivu seperti Kesehatan menurun yang memiliki resiko terhadap perkembangan fisik motorik anak. seperti Kelainan pada sistem otak, genetik, dan saraf. Kecerdasan. sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor dari luar seperti lingkungan tempat anak berada. antara lain:
a)       Keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak karena keluarga adalah pijakan dasar anak untuk tumbuh sehingga mempunyai andil besar dalam perkembangan anak, selain itu pola asuh orang tua dan keadaan sosial ekonomi keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

b)       Lingkungan sekolah meliputi cara mengajar guru dan proses belajar mengajar yang diterapkan disekolah.

c)       Masyarakat meliputi teman sepermainan atau teman sebaya yang dapat mempengaruhi perkembangan anak, karena lingkungan berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang anak.

d)       Media sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak, terlebih lagi media televisi yang menyajikan berbagai acara dan hiburan yang tentunya membawa dampak positif dan negatif bagi perkembangan anak.

 
2.8         Langkah-Langkah dan Tekhnik Penanganan Permasalahan Fisik Anak
Untuk mengetahui permasalahan fisik yang terdapat pada diri anak bisa dilakukan dengan DDTK (deteksi dini tumbuh kembang) anak, yaitu bisa meliputi tes dan non tes. Tes merupakan salah satu alat bantu yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi permasalahan anak yang bersifat standar/baku. Bentuk tes ini dapat berupa pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas yang harus dijawab atau dikerjakan anak serta dibatasi oleh waktu. Di antara beragam jenis tes yang banyak dipergunakan, di antaranya adalah: tes bakat;. inteligensi;. prestasi;. diagnostik;. dan lainlain, kemudian Teknik non tes biasanya dipergunakan untuk mengidentifikasi permasalahan anak dengan cara mengamati penampilan serta perilaku anak dalam aktivitas kesehariannya sehingga cenderung lebih fleksibel bila dibandingkan dengan teknik tes. Di samping itu, dipergunakan pula kumpulan hasil karya dan pekerjaan anak selama periode waktu tertentu.
Adapun Penanganan masalah anak dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
a.)      Identifikasi kasus, yakni upaya untuk menandai subjek (anak) yang diperkirakan mengalami masalah.

b.)     Identifikasi masalah, yakni upaya mengetahui inti permasalahan yang dihadapi anak.

c.)     Diagnosis, merupakan langkah untuk mengidentifikasi karakteristik serta faktor penyebab masalah yang dialami anak.

d.)     Prognosis, merupakan langkah untuk merumuskan alternatif upaya bantuan sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dialami.

e.)     Treatment, merupakan upaya pemberian bantuan itu sendiri.

f.)      Tindak lanjut, dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap upaya pemberian bantuan yang telah dilakukan serta kemungkinan penggunaan langkah-langkah berikutnya.



PENUTUP
 
3.1         Kesimpulan

Hambatan perkembangan adalah permasalahan anak yang mengalami gangguan perkembangan dan mempunyai kesulitan untuk berkembang secara optimal, padahal di sisi lainnya anak bisa berkembang secara normal dan sangat cerdas diatas rata-rata,oleh sebab itu orangtua harus menyadari hal ini sejak dini.
Hambatan perkembangan salah satunya adalah adanya hambatan pertumbuhan fisik. Gangguan atau kecacatan anggota tubuh mengurangi kemampuan anak untuk bisa beraktivitas seperti anak normal lainnya. Hal ini menyebabkan keterlambatan perkembangan anak dalam hal tertentu sesuai dengan gangguan yang dimiliki.
 
3.2         Saran

Demikian pemaparan makalah yang berjudul “Hambatan Perkembangan Fisik Anak”. Penulis sadar masih ada kekurangan dalam penulisannya. Untuk itu, penulis berharap kepada pembaca bersedia memberikan saran maupun kritik kepada penulis mengenai makalah ini. Meskipun demikian, penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

 


DAFTAR PUSTAKA
 
https://notemuza.blogspot.com/2023/05/makalah-hambatan-perkembangan-fisik-anak.html

No comments:

Post a Comment